Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 27, 2009

Posdaya | Selembar Surat Penanganan Kemiskinan Umat Dari DMI Jawa Barat

0 komentar

Atensi masjid di Jawa Barat untuk ikut menangani masalah kemiskinan dan kebodohan umat, dalam arti melibatkan masyarakat luas, semakin meningkat. Pada tanggal 11 Juni 2009, Pengurus Dewan Masjid se Jawa Barat di Bandung, mengeluarkan surat resminya nomor 418/B.SP / PW/DMI-JB / VI / 2009 perihal program pemberdayaan umat berbasis masjid.


Surat tersebut mengabarkan bahwa telah diadakan kerjasama antara DMI Jabar dengan Tim Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Berbasis Masjid untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan keluarga yang beraktivitas di lingkungan sekitar masjid. Program-program tersebut meliputi :

1. Memberikan pelajaran pemahaman Al Quran secara gratis
2. Memberikan contoh makanan sehat secara gratis kepada prasejahtera
3. Memberikan pendidikan secara gratis kepada anak usia dini
4. Memberikan dana gratis untuk kerjabakti
5. Memberikan beasiswa SD, SLTP, SLTA kepada keluarga prasejahtera

Dalam surat yang ditandatangani oleh drs HR Maulany SH (Ketua Umum) dan drs HE Sendjaya Ak Msi (Sekretaris Umum) tersebut, Pengurus DMI Jabar mengharapkan agar seluruh Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid di Jawa Barat memberdayakan diri untuk bekerjasama dalam program POSDAYA dalam rangka mengimplementasikan kelima program di atas tersebut sehingga dapat meningkatkan kemaslahatan umat.

Perlu diketahui bahwa pada tahun 2008 dengan total penduduk 41,48 juta jiwa, jumlah penduduk miskin Jawa Barat mencapai 5,32 juta (13,01 persen) yang sekitar 50% di antaranya tinggal di pedesaan (Suseda 2007, BPS, Prov Jawa Barat). Sedangkan jumlah masjid tahun 2006 sekitar 161 ribuan (kotabogor.go.id, 2009)

Dengan melihat data tersebut maka dapat dibuat perhitungan kasar bahwa jumlah kemiskinan di Jabar adalah 1 orang per 8 penduduk sedangkan rasio masjid terhadap jumlah penduduknya adalah 1 masjid untuk 254 orang. Dengan demikian terdapat sekitar 33 orang miskin yang perlu ditangani oleh masjid.

Melihat jumlah kemiskinan dan jumlah masjid sebanyak itu maka sangatlah beralasan jika DMI Jabar perlu melakukan langkah-langkah pemberdayaan umat untuk ikut menanganinya. Hal ini sebelumnya juga pernah diungkapkan oleh Ketua Umum DMI Jabar tersebut pada saat melantik Pengurus DMI Kota Bogor periode 2009-2014 DMI Kota Bogor masa bakti 2009-2014 di Masjid Raya Bogor Jum`at 27/3/2009 (Harian Pikiran Rakyat/ pikiranrakyat.com).

Dalam acara itu Maulany mengajak agar masjid-masjid menjadi masjid pemberdayaan umat. Artinya, masjid yang bisa meningkatkan kualitas ritual ibadah, dan meningkatkan potensi ibadah muamalah. Masjid harus menjadi tempat jihad sosial. Sebab misi masjid adalah hayyaa`lasholah dan hayya`alal falah. Artinya melalui masjid, kualitas ibadah ritual ditingkatkan dan melalui masjid pula kemenangan perlu diraih dalam membebaskan kemiskinan, kebodohan dan kedangkalan Iman.

Menurutnya pula, jika masjid-masjid yang ada sudah menjadi masjid pemberdayaan umat, yang berorientasi kepada IPM (Indek Pembangunan Manusia), maka insya Allah masyarakat akan sejahtera. Karena itu DMI harus bisa menuntaskan dan memberdayakan jaringan DMI sampai ke tingkat ranting-ranting yang ada di kelurahan, untuk mendorong masjid-masjid yang ada sebagai basis pemberdayaan umat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sampai dengan tulisan ini dibuat, paling sedikit sudah ada 26 masjid di wilayah Jabar yang diketahui telah memberdayakan diri untuk secara sistematis dan sinergis memberdayakan umat yang ada di sekelilingnya agar peduli prasejahtera mulai dari urutan masalah yang banyak diderita masyarakat yakni kurang gizi dan kebodohan dini.

Usaha ini bukan berarti meninggalkan usaha-usaha lain yang selama ini telah dilakukan oleh masjid seperti misalnya usaha ekonomi berbasis masjid (koperasi masjid), BMT dan sejenisnya. Namun sembari terus mengembangkan yang sudah ada, masjid diharapkan memberikan kontribusi untuk menangani persoalan mendasar yaitu kurang gizi dan kebodohan sejak dari dini sehingga masyarakat, terutama anak-anak, tercegah dari kemungkinan kekufuran di masa mendatang.

Bogor, 27 Juni 2009 (Jon Posdaya / Sri Posdayawati / Sastrawan Batangan)

Catatan :

Lampiran - Daftar Masjid di Jawa Barat Yang Telah Melaksanakan Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Melalui Program Pemberian Contoh Makanan Sehat Kepada Kaum Prasejahtera

Bandung/Cimahi

  1. Posyandu Cicalengka, Masjid Besar Cicalengka, Desa Cicalengka Kulon Kec. Cicalengka Bandung (Kab) Jabar, 231 orang bumil/balita/lansia, Kontak : H. Kilin, Telp : 022-7949308
  2. Posyandu Sedapmalam 1/2/3/4, Masjid Al Aqsho, Kel. Sarijadi Kec. Sukasari Bandung (Kota) Jabar, 403 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Drs. H. Eman Suherman, M.Ag, Telp : 0812-2186561
  3. Posyandu Melati 3 Kp Bewak RW 03, Masjid Nurul Ikhsan, Desa Jayagiri Kec. Lembang Bandung Barat (Kab) Jabar, 168 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Aan Darliah, Telp :-
  4. Posyandu Cempaka RW 08+RW 09, Masjid Jami Pangkalan, Desa Sariwangi Kec. Parongpong Bandung Barat (Kab) Jabar, 398 orang bumil/balita/lansia, Kontak : ___, Telp:-
  5. Posyandu Anggrek I dan II, Masjid Al-Fattah, RW Desa Margamulya Kec. Cimahi Selatan Cimahi (Kota) Jabar, 370 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Lia Erliawati, Telp :_____
  6. Posyandu Cempaka 1/2, Masjid Ar Rahmat, Kel. Utama Kec. Cimahi Selatan Cimahi (Kota) Jabar, 339 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Madiyana, Telp :0813-2050-6185

Bekasi / Depok

  1. Posyandu Cempaka I/II & Posyandu Flamboyan, Masjid Baitul Jannah, Desa Jatimulya Kec. Tambun Selatan Bekasi (Kab) Jabar, 466 orang bumil/balita/lansia, Kontak : H. Nurdin, Telp : 0812-1327874 / 021-8800814
  2. Posyandu Kel Margajaya, Masjid Nurul Islam, Kel. Marga Jaya Kec. Bekasi Selatan Bekasi (Kota) Jabar, 428 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Ir. H. Kanti Prayogo, Telp :0812-820-7449
  3. Posyandu Anggrek II, Masjid Qurrota'Ayun, Kel. Bedahan Kec. Sawangan Depok (Kota) Jabar, 310 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Drs. Moh. Syahudin H, Telp :0812-972-1706
Bogor

  1. Posyandu Teratai RT 1/RW-19 Kp Kedep, Masjid Al Maliki, Kel. Tlajung Udik Kec. Gunung Putri Bogor (Kab) Jabar, 220 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Ade Siti Hayati , Telp : 021-8675061
  2. Posyandu Mangga/Belimbing/Pisang, Masjid Al Kautsar, Kel. Cipaku Kec. Bogor Selatan Bogor (Kota) Jabar, 174 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Drs.H.Zaenal Syukri, Telp :0251-311-429
  3. Posyandu Kemuning, Posyandu Kenanga, Masjid Miftahul Jannah, Kel. Ciwaringin Kec. Bogor Tengah Bogor (Kota) Jabar, 378 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Drs. Abdullah, Telp :0852-1045-3176

Ciamis / Tasikmalaya / Garut / Cianjur/ Karawang

  1. Posyandu Mawar / Melati /Kenanga, Masjid At Taqwa, Desa Golat Kec. Panumbangan Ciamis (Kab) Jabar, 287 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Drs. Harun Kuswana, Telp :0812-2192-245
  2. Posyandu Kartini/Cakra, Masjid Al Mu'awanah, Desa Pagerageung Kec. Pagerageung Tasikmalaya (Kab) Jabar, 412 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Drs. H. Abd. Aziz D. Badri, Telp :0265-453-070
  3. Posyandu Nusa Putra I/II, Masjid Manbaul Hikmah, Desa Sabandar Kec. Karang Tengah Cianjur (Kab) Jabar, 360 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Nandang Zaenudin S.Pd, Telp :0815-7027-472
  4. Posyandu Budi Asih/Doktren 1, Masjid Shiraatul Jannah, Desa Cikeket Kec. Cikelet Garut (Kab) Jabar, 331 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Dede Tarmidi, Telp :0262-2520-321
  5. Posyandu Dahlia 1/2/3/4, Masjid As Syuhada, Desa Cikampek Kec. Cikampek Timur Karawang (Kab) Jabar, 432 orang bumil/balita/lansia, Kontak : H. Pia Supra Supriatna, Telp :0264-310-241
  6. Posyandu Melati 1/2/3/4/5/6/7/8, Masjid Nurul Jannah, Desa Parakan Kec. Tirtamulya Karawang (Kab) Jabar, 672 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Upi, Telp :
Subang

  1. Posyandu Apel IV, Masjid Al-Mubarokah Subang, Kp Babakan Kondang Desa Pasanggrahan Kec. Cisalak Subang (Kab) Jabar, 131 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Sholeh Kusmana, Telp :
  2. Posyandu Nusa Indah/Terate, Masjid Nurul Amal, Desa Cigadung Kec. Subang Subang (Kab) Jabar, 360 orang bumil/balita/lansia, Kontak : H. Endang Ahmad Suryana, Telp :0260-416-103

Sukabumi

  1. Posyandu Desa Nagrak Selatan, Masjid At Taqwa, Desa Nagrak Selatan Kec. Nagrak Sukabumi (Kab) Jabar, 323 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Misbah Kamil, Telp :0266-7077-747
  2. Posyandu Cut Nyak Dien, Masjid Tijanul Anwar, Cipelang Leutik Desa Selabatu Kec. Cikole Sukabumi (Kota) Jabar, 164 orang bumil/balita/lansia, Kontak : ___________, Telp :
  3. Posyandu Kresna RW 09, Masjid Darunnadjah, Kp Kebandungan Desa Parungseah Kec. Sukabumi Sukabumi (Kota) Jabar, 209 orang bumil/balita/lansia, Kontak : _____, Telp :
Cirebon / Kuningan

  1. Posyandu Cipedes, Masjid Nurul Huda, Desa Cipedes Kec. Ciniru Kuningan (Kab) Jabar, 446 orang bumil/balita/lansia, Kontak : Tedi Kusnadi SPd.I, Telp :0813-1744-8586
  2. Posyandu Dusun 1/2/3/4, Masjid Nurul Falah, Desa Linggajati Kecamatan Cilimus, Kuningan (Kab), 609 orang bumil/balita/lansia, Kontak : H Subandi AAG, Ketua Pelaksana Posdaya Masjid Nurul Falah telp 085864099057
  3. Posyandu Cempaka, Masjid Jami Al Hikmah, Kel Kesambi Baru, Kec Kesambi, Cirebon (Kota), 91 orang bumil/balita/lansia, Kontak Posyandu Teratai : Hj Iis Aisyah (Ketua PKK), telp 085224211244, Hani Sumarni (Wakil Ketua PKK) telp. 0878-29534393

Baca selanjutnya.....

Jumat, Juni 26, 2009

Posdaya | Lingga(r)jati Cilimus Kuningan : Sekali BerSejarah Tetap BerSejarah

2 komentar

Desa Linggajati Kecamatan Cilimus – 14 km dari Kuningan dan 26 km dari Cirebon, di lereng Gunung Cireme di ketinggian 400 m dpl - rupanya menjadi langganan sejarah. Kalau tahun 1946 di tempat itu dilakukan perundingan antara Republik Indonesia yang baru saja merdeka dengan pemerintah Kolonial Belanda mengenai wilayah defakto RI, maka 8 Juni 2009 yang baru lalu, masyarakat setempat juga mencatat sejarah baru. Yaitu kesinerjian antara masjid, posyandu dan warga sejahtera untuk peduli sesamanya yang termasuk kategori prasejahtera.


Selama ini bukan berarti masyarakat tidak peduli. Sesungguhnya bibit-bibit peduli telah ada dan telah dilaksanakan oleh banyak warga namun sendiri-sendiri dan sembunyi-sembunyi sehingga tidak sinergi. Karena itu masalah yang paling krusial yaitu kurang gizi dan kebodohan yang diderita warga prasejahtera menjadi sering terlewatkan.

Dengan telah adanya bibit-bibit itu maka kehadiran tim teknis posdaya untuk mengajak masyarakat memberdayakan keluarga masing-masing (berposdaya) melalui masjid tidak mengalami halangan bahkan mendapat sambutan hangat.

Kehangatan dan kemudahan itu sangat terasa saat Tim Teknis mempresentasikan program Posdaya Berbasis Masjid kepada para tokoh agama dan masyarakat, bidan desa (ibu Atun Rohyatun), para guru Madrasah (Bp Samir dkk), Koordinator Posyandu Desa (Ibu Rusmiati) dan para kader posyandunya, Ketua RW dan RT serta Kepala Desa Cilimus (Bp. Unang Unarsan). Para tokoh tersebut merestui dan melapangkan jalan bagi Tim untuk melakukan sosialisasi bagi warga masyarakat

Dengan dasar restu tersebut Tim melakukan sosialisasi di hadapan warga bertempat di Masjid Nurul Falah. Hasilnya juga memuaskan, yaitu adanya komitmen warga untuk melaksanakan posdaya yang pelaksanaannya diawali pada tanggal 7 Juni 2009 dengan kerjabakti membersihkan masjid yang diikuti oleh 40 warga bersama 150 siswa TPA. Kegiatan gotong royong ini dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur kehadiratNya atas berlangsungnya program kepedulian yang sinerji. Dan Akhirnya pada hari Senin 8 Juni 2008, Posyandu Dusun 1, 2, 3 dan 4 untuk pertama kalinya memberikan santunan kepada 609 orang prasejahtera (38 ibu hamil, 237 balita dan 244 lansia) berupa contoh makanan sehat..

Dana untuk melaksanakan santunan tersebut berasal dari suatu keluarga yang peduli pemberdayaan dengan harapan setelah 3 bulan berikutnya, masyarakat setempat akan meneruskannya. Keluarga yang tak mau disebutkan identitasnya ini baru saja memiliki kebiasaan baru yaitu memberi pancingan agar orang lain terdorong untuk membantu orang lain yang prasejahtera. Kebiasaan ini rupanya ditularkan oleh keluarga lain yang menjadi sahabatnya.

Dengan telah berlangsungnya posdaya berbasis Masjid Nurul Falah di Desa Linggajati ini maka peristiwa sejarah terukir kembali walau jauh dari liputan pers internasional bahkan nasional sekalipun. Meskipun peristiwa kecil, namun dampaknya bagi anak cucu amat sangat besar karena kalau kegiatan ini terus dipelihara dan berkembang, anak cucu warga desa ini akan terhindar dari kebodohan akibat kurang gizi.

Bogor, 27 Juni 2009 (JonPosdaya / SriPosdayawati / Sastrawan Batangan)

Catatan :

  • Perkembangan jumlah keluarga miskin di Kabupaten Kuningan dari tahun 2004 sampai tahun 2007 bertambah 2.868 orang. Dimana pada tahun 2004 jumlah keluarga pra sejahtera I tercatat sebanyak 83,332 kepala keluarga. Peningkatan itu terjadi karena ada keterkaitan dengan situasi berbagai kebutuhan pokok semakin meningkat yang memberatkan masyarakat (beritacerbon.com/ .29 Apr 2009)
  • Porgram Posdaya Berbasis Masjid di Kabupaten Kuningan untuk pertama kalinya pernah dilakukan awal tahun 2008 di Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru
  • Pemberian makanan tambahan tahap kedua direncanakan tanggal 5 Juli 2009 sedangkan tahap ketiga tanggal 5 Agustus 2009
  • Kerjabakti tahap kedua direncakan tanggal 9 Juli 2009 dan tahap ketiga tanggal 4 Agustus 2009
  • Tim Teknis terdiri dari Soleh Kusmana, Arief Muttaqien, Hadiono dan Diaz Genaldy dengan alamat Jalan Airlangga V no 42 Cimanggu Permai Bogor (tlp 0251-8318491, e-mail : posdaya@pahamqurani.com)
  • Kontak : H Subandi AAG, Ketua Pelaksana Posdaya Masjid Nurul Falah telp 085864099057

Baca selanjutnya.....