Rabu, Februari 18, 2009

Dari Ruko Niaga Kalimas Bekasi Timur SUNBUG Menggulirkan Posdaya Jatimulya

Bekasi yang tumbuh berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembangnya kota Jakarta, merupakan wilayah padat penduduk. Sebagai periferi kota Jakarta, di Bekasi banyak bermukim putra bangsa dengan berbagai ragam kultur dan kondisi perekonomiannya.


Di RW-1 Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, misalnya, terdapat kurang lebih 800 KK warga, di antaranya 70%nya bukan penduduk tetap tetapi kontrak rumah. Sebagian besar para pengontrak tersebut berasal dari luar wilayah Jabodetabek. Bahkan banyak pula yang berasal dari luar pulau Jawa. Bisa dimaklumi karena di wilayah RW tersebut tersebut terdapat beberapa pabrik besar.

Namun sayang karena resesi, beberapa pabrik besar menghentikan produksi dan sekalian memPHKkan karyawannya. Tidak hanya warga yang kehilangan status karyawannya, karena dampak ikutannya adalah bangkrut atau sepinya usaha-usaha kecil ikutannya. Seperti misalnya warung, fotokopi dan sejenisnya. Itulah nasib yang dialami oleh banyak warga RW 01. Karena kehilangan mata pencaharian, maka gizi anak-anak mereka menjadi tidak terpenuhi. Belum lagi biaya sekolah anak-anaknya (terutama untuk transportasi).



Situasi tersebut menjadi bahan perhatian beberapa alumni perguruan tinggi Australia dan kerabatnya yang tergabung dalam grup bisnis Sunbug yang berkantor di ruko niaga Kalimas, Bekasi Timur, yang termasuk dalam wilayah RW-01. Mereka berusaha untuk ikut memikirkan nasib bangsanya walaupun kata mereka "amat kecil". Kata mereka kepada JonPosdaya / SriPosdayawati dalam logat campuran betawi-Indonesia : "Meski kecil yang penting kite kagak doa dan omong doang agar tidak termasuk orang yang dimurkai karena mendustakan agama"

Karena tidak mungkin persoalan bangsa ini dapat ditangani seorang diri, maka mereka melihat alternatif Posdaya Sinambung Bergulir Versi YTN dapat diterapkan. Salah satu falsafah kunci dari program Posdaya Sinambung Bergulir adalah Silih Asih-Silih Asuh-Silih Asah yang dengan kata lain berarti memberi untuk mengasuh dan memberi untuk mengasah atau dengan kalimat pendek memberi dan menganjurkan memberi sebagaimana juga difirmankan Allah swt (QS 3:133-134; 107:1-7)



Setelah menghubungi ketua RW-01 (Bpk Nurdin, seorang PNS Diknas Kota Bekasi), 3 posyandu, dan DKM (2 masjid + 1 mushalla), maka tanggal 15 November berhasil dilakukan sosialisasi di Masjid Baitul Jannah, RW-01, Desa Jatimulya, Kec Tambun Selatan, Kab Bekasi. Warga masyarakat sepakat untuk melaksanakan Posdaya Berbasis Masyarakat dan Masjid sebagaimana termaktub dalam kontrak tanggal 13 Desember 2008 antara Tim Teknis dengan para prasejahtera (38 ibu hamil, 320 balita, 108 lansia) yang ada di wilayah tersebut (diwakili oleh Tim Pelasksana dan wakil prasejahtera).

Inti dari kontrak kemitraan tsb adalah :

  1. Pihak pertama (Tim Teknis) memberikan bantuan kepada pihak kedua berupa contoh makanan sehat kepada pihak kedua untuk disalurkan hanya kepada bumil, balita dan lansia sejumlah 466 orang sebanyak 2 x/bln selama 3 bulan
  2. Pihak kedua bersedia bertanggung jawab atas keaslian data dan jumlah angka yang tercantum pada data bahan baku, data calon & hadir peserta program Posdaya
  3. Pihak kedua bersedia mencari donatur yang akan melanjutkan pendanaan Posdaya setelah selesainya pendanaan dari pihak kesatu.

Syukur Alhamdullilah, program telah dan sedang bergulir. Semoga mempunyai efek multi di mana warga masyarakat sejahtera di sekitar wilayah tersebut juga ikut berkontribusi.

JonPosdaya/SriPosdayawati, Februari 2009

Lampiran-lampiran

L-1 Maksud Posdaya Berbasis Masjid

  • Maksud pelaksanan Posdaya Berbasis Masjid adalah sebagai upaya membantu pemberdayaan keluarga dengan melibatkan Masyarakat Sejahtera dan atau berbagai pihak termasuk Yayasan lain untuk memberikan kemudahan kepada Masyarakat Pra Sejahtera dengan memanfaatkan tersedianya sarana sekaligus untuk membangun Sumber Daya Manusia dan mewujudkan Keluarga Sejahtera.

L-2 Tujuan program Posdaya Berbasis Masjid :

  • Membudayakan Gotong Royong Masyarakat Sejahtera agar peduli dan sayang kepada Masyarakat Pra Sejahtera di Kelurahan atau Desanya masing-masing.
  • Membudayakan Masjid menjadi pusat kegiatan Sosial dan Ekonomi warga sekitarnya.
  • Memberdayakan dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia; bayi, anak-anak, remaja, dewasa untuk menjadi Masyarakat Sejatera..
  • Memberikan contoh berbuat kebajikan kepada Masjid lain agar peduli dan sayang kepada Masyarakat Pra Sejahtera di Kelurahan atau Desanya masing-masing..
  • Berupaya menjadi anak bangsa yang Berakhlak Mulia seperti akhlak Nabi Muhammad Rasul Allah..
  • Terbentuknya Lembaga Sosial antar keluarga di Desa atau Kelurahan yang menjadi wadah atau sarana partisipasi sosial, dimana para keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan kondisi kehidupan melalui forum atau kegiatan bersama..
  • Terpeliharanya infrastruktur sosial kemasyarakatan terkecil yaitu keluarga yang dapat berinteraksi atau bekerjasama dengan keluarga lain, sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun dan damai, tetapi memiliki dinamika yang tinggi.

L-3 Sasaran program Posdaya Berbasis Masjid:

  • Terbentuknya wadah kerjasama bagi keluarga, yang kondisi sosial ekonomi dan budayanya umumnya lemah, untuk bersatu dan menempatkan dirinya dalam suatu proses pemberdayaan bersama.
  • Keluarga Masyarakat Sejahtera yang lebih mampu, dengan dukungan dan pendampingan petugas pemerintah dan organisasi masyarakat dapat membantu keluarga Masyarakat Pra Sejahtera yang lain untuk meningkatkan fungsi-fungsi keluarga.

L-4 Daftar Nama Alamat Tim Pelaksana Posdaya Berbasis Pesantren

• H Tedi Rostiady SIP; ; 0818408129; Pelindung; Kades Jatimulya
• Nurdin; RW-01; 0812-1327874/0218800814; Ketua Tim Pelaksana;
• Lasiman, Ustz; Masj Baitul Makmur; ; Wakil Ketua Tim Pelaksana;
• Esin, Ustz; Masj Baitul Jannah; ; Sekretaris;
• Eddy Malik, H; Mushalla Al Falah; ; Bendahara;
• Zaenabun, Bu; RT-01/RW-01; ; Seksi Bumil;
• Siti Aisyah, Bu; RT-01/RW-01; 0856-91787597; Seksi Balita;
• Yanti, Bu; RT-01/RW-01; 021-8800814; Seksi Lansia Prasejahtera;
• Nurdin, Bu; RW-01; 021-8800814; Seksi Kebersihan;
• Win, Mas; RW-01; ; Seksi Umum;
• Nur Siadah; ; 021-70550901; Penasehat Kesehatan/Gizi;

L-5 Daftar Kader Posyandu Pelaksana Posdaya

• Flamboyan; Zaenabun, Bu; RT-01/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Flamboyan; Rantimah, Bu; RT-01/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Flamboyan; Usiah, Bu; RT-01/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Siti Aisyah, Bu; ; 0856-91787597; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Eko, Bu; ; 021-88346103; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Nurdin, Bu; ; 021-8800814; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Win, Mas; RT-03/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Yanti, Bu; ; 021-8800814; Kader Posyandu;
• ;_________ ; Nur Siadah; ; 021-70550901; Bidan Posyandu;

L-6 Daftar Nama Alamat Tim Teknis Posdaya

• Tommy Sudradjat; Ruko Niaga Kalimas; 0816-706837; Ketua;
• Tavip Santoso; Ruko Niaga Kalimas; ; Anggota/Sekr;
• Estugraha; Ruko Niaga Kalimas; ; Anggota/Bendahara;
• Teguh Abriyantoro; Ruko Niaga Kalimas; ; ;
• Soleh Kusmana; Cimanggu Permai Bogor; ; Anggota;
• Totok Soegiharto; Cimanggu Permai Bogor; ; Anggota;
• Arief Muttaqien; Cimanggu Permai Bogor; ; Anggota;

L-7 Jadual Rencana Pemberian Contoh Makanan Sehat

• Des 2008; ; Sabtu/20; ; Masjid Baitul Makmur
• Des 2008; ; Sabtu/20; ; Masjid Baitul Janah
• Des 2008; ; Sabtu/20; ; Mushalla Al Falah
• Jan 2009; Senin/5; ; ; Posyandu Cempaka I
• Jan 2009; Selasa/6; ; ; Posyandu Cempaka II
• Jan 2009; Rabu/7; ; ; Posyandu Flamboyan
• Jan 2009; ; Sabtu/17; ; Masjid Baitul Makmur
• Jan 2009; ; Sabtu/17; ; Masjid Baitul Janah
• Jan 2009; ; Sabtu/17; ; Mushalla Al Falah
• Feb 2009; Senin/2; ; ; Posyandu Cempaka I
• Feb 2009; Selasa/3; ; ; Posyandu Cempaka II
• Feb 2009; Rabu/4; ; ; Posyandu Flamboyan
• Feb 2009; ; Sabtu/21; ; Masjid Baitul Makmur
• Feb 2009; ; Sabtu/21; ; Masjid Baitul Janah
• Feb 2009; ; Sabtu/21; ; Mushalla Al Falah
• Mar 2009; Senin/2; ; ; Posyandu Cempaka I
• Mar 2009; Selasa/3; ; ; Posyandu Cempaka II
• Mar 2009; Rabu/4; ; ; Posyandu Flamboyan

L-8 Rincian Paket Bantuan Yang Diberikan Untuk 466 orang sasaran pemberdayaan(ibu hamil: 38, balita: 320, lanjut usia: 108) Per 1 Kali Kegiatan

• Kacang ijo utk burjo; 20 kg; @ Rp 9.000 ;
• Gula merah utk burjo; 7 kg; @ Rp 8.000 ;
• Gula putih utk burjo; 20 kg; @ Rp 7.000 ;
• Santan "Kara" utk burjo; 100 bungkus; @ Rp 2.000
• Vanili utk burjo; 34 bungkus @ Rp 200 ;
• Plastik 1/4 utk burjo; 7 kg @ Rp 10.000 ;
• Telur ayam rebus; 32 kg; @ Rp 15.000 ;
• Biskuat; 480 bungkus @ Rp 500 ;
• Gas 3kg/tabung utk masak burjo/telur; 3 tabung @ Rp 16.000;
• Ongkos masak; 3 lokasi @ Rp 20.000 ;
• Plastik kresek; 24 pak @ Rp 1.000 ;
Jumlah Pembelanjaan Rp 1.504.800

L-9 Beberapa alternatif kontribusi dari masyarakat sejahtera untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera antara lain adalah Masyarakat Prasejahtera Bentuk Bantuan

• Ibu hamil : Vitamin dan obat via Posyandu/Puskesmas
• Balita : Vitamin dan contoh makanan sehat via Posyandu, PAUD
• Anak TK subsidi/gratis biaya sekolah, Bermain Sambil Belajar (BSB)
• Siswa SD : subsidi biaya sekolah, Bermain Sambil Belajar (BSB)
• Siswa subsidi biaya sekolah, Bermain Sambil Belajar (BSB)
• Siswa remaja SLTA subsidi biaya sekolah, Belajar Sambil Berkarya (BSBk)
• Dewasa Tunjangan hidup guru honor/guru ngaji/ marbot masjid
• Belajar Sambil Berkarya (BSBk)
• Lansia Pemberian contoh makanan sehat via Posyandu

2 komentar:

  1. Puji Tuhan....Ini bisa dicontoh. Kalau bisa perusahaan memulai CSRnya minimal dengan ngasih kacang ijo, telor dan sejenisnya buat anak dalam kandungan dan balita. Murah meriah dan penting. Biar anak-anak Indonesia yang saat ini miskin tidak bodoh sehingga di masa depan menjadi mitra yang produktif bagi anak-anak orang kaya yang gisinya cukup dan tidak pernah datang ke posyandu....

    BalasHapus
  2. Siman (alumni dalam negeri yang tinggal di Malang)Selasa, 10 Maret, 2009

    Kalau direksi SUnbug adalah alumni Negeri Kanguru, tentunya ada alumni dari negeri Paman Sam, negeri Sakura, negeri Kincir Angin dan negeri-negeri yang juga bisa mengerjakan. Mulai dari yang mudah dulu (bubur kacang ijo dan telur) baru yang gede-gede. Jangan yang gede-gede saja, yang sering susah dilaksanakan karena nunggu sana nunggu sini. Yang kecil jadi ketinggalan padahal urgen buat generasi yad

    BalasHapus