Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 23, 2009

Posdaya | Bermain Sambil Belajar (BSB) Model Alang-alang |

0 komentar

Ajang pemberdayaan segala umur agar mandiri, kreatif, produktif, berjiwa kasih sayang.


1. Alang-alang, tumbuh kuat mengisi kekosongan untuk mencegah erosi


Mereka tidak mau merambah lahan yang telah berair. Mereka tidak pula mau menjajah lahan yang telah ditakdirkan berbatu. Mereka hanya mau tumbuh di lahan yang dianggurkan, dibiarkan kosong oleh manusia. Agar apa ? Agar tanah tidak langsung kena air hujan sehingga terjadi erosi. Dan begitu tumbuh, menakjubkan sekali karena dengan cepatnya mereka berbiak, merambah ke mana-mana. Mereka mau bersama tanaman apa saja. Namun sayangnya, peran ini banyak disalahartikan. Mereka sering dipojokkan sebagai tanaman pengganggu alias gulma alias hama tanaman. Padahal selain berguna sebagai penutup lahan kosong, ternyata mereka mampu memberi manfaat sebagai obat dan sebagai pakan ternak.


Itulah alang-alang atau alalang atau halalang, dan sejumlah nama lokal lainnya. Sejenis rumput - berdaun tajam dengan tuas panjang runcing bersisik yang berbiak cepat - ini ternyata rimpang atau akarnya mampu melembutkan kulit, meluruhkan air seni, membersihkan darah, menambah nafsu makan, menghentikan perdarahan, mengobati penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi, penyakit syaraf dan kurap. Sementara itu semua bagian tumbuhannya dapat digunakan sebagai pakan hewan dan bahan kertas.

Perilaku yang tegar, kuat, mau bersama, merambah ke mana-mana menutupi kekosongan untuk mencegah kerusakan (erosi) dan memberi manfaat itulah yang dilihat dan diambil hikmahnya oleh Melati Djunaedi dan suaminya Asiaaf K Oetomo. Dan karena tertarik dengan perilaku itulah maka pasangan suami isteri ini mengabadikan alang-alang ini sebagai nama bagi yayasan di bidang PLS (pendidikan luar sekolah) yang mereka dirikan.

Mengapa tertarik berkiprah di bidang pendidikan luar sekolah ? Melati dan Asiaaf melihat kenyataan bahwa banyak warga masyarakat – karena berbagai sebab, terutama karena kemiskinan dan kebodohan - masih terpinggirkan sehingga tidak dapat menikmati pendidikan yang berkualitas. Padahal mereka punya hak yang sama seperti halnya anak bangsa lainnya. Padahal mereka punya potensi dasar yang sama untuk bisa berkembang yang kalau dibiarkan akan berbalik menjadi destruktif. Atas dasar inilah kedua orang ini terpanggil untuk berkontribusi mengisi kekosongan itu. Namun mereka sadar bahwa tidak mungkin semua cabang kegiatan PLS dapat mereka kerjakan sehingga mereka memilih untuk menyelenggarakan kegiatan BSB (Bermain Sambil Belajar).


2. Falsafah BSB Plus

Pengalaman membuktikan bahwa pelajaran apa pun akan diserap dan dipahami dengan tingkat keberhasilan yang tinggi manakala materi yang sampai kepada penerimanya diperoleh dalam keadaan bebas dari tekanan. Atas dasar inilah kemudian lahir metode pelajaran yang disebut permainan (game)

Walaupun pengertian bermain banyak diartikan sebagai ‘tidak serius’ atau ‘tidak disiplin’ tetapi bermain sesungguhnya bukanlah ’main-main. Mengapa demikian ? Dalam melaksanakan bermain seseorang akan berkonsentrasi penuih – karena ia melakukannya dalam keadaan nyaman dan senang – namun sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya masing-masing. Oleh sebab itu bermain boleh dikatakan jauh dari tekanan dan paksaan, yang akan menghambat diterimanya sesuatu, baik ilmu maupun keterampilan.

Bermain adalah suatu keadaan di mana semua pihak yang terlibat berada dalam suasana yang nyaman, bersahabat dan menyenangkan. Keadaan seperti ini akan tercipta melalui ‘ruang’, ‘waktu’, ‘arahan’, fokus dan konsistensi.

Bermain disajikan dalam bentuk-bentuk permainan yang tetap mengacu kepada tujuan tertentu. Misalnya saja, pengenalan warna-warna melalui gerakan, lagu dan contoh-contoh yang ada di sekitar. Atau bisa pula pengenalan bentuk melalui menggambar bulatan sebagai bentuk dasar.

Melalui pendekatan bermain ini , subyek yang bisa dilibatkan dalam proses belajar akan meliputi semua usia. Mulai dari anak-anak sampai dengan usia lanjut (lansia)


3. Riwayat BSB+ Alang-alang

Melati dan Asiaf mengawali kiprah mereka di Condet Jakarta Timur sembilan tahun yang lalu. Tak lama berada di sana karena atas berbagai pertimbangan, mereka kemudian pindah ke sebuah villa – milik kawan baik mereka - di lokasi yang sejuk di Desa Cilember Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Di sana banyak sekali villa yang pemiliknya kebanyakan tinggal di Jakarta namun di sekitarnya banyak masyarakat kampung yang relatif termarjinalkan. Cukup lama Alang-alang beroperasi di tempat itu sampai akhirnya mereka harus pindah ke villa lain di Desa Jogjogan di kecamatan yang sama.

Baik selama bermarkas di Cilember maupun saat berpusat di Jogjogan, kegiatan BSB Yayasan Alang-alang makin tumbuh dan berkembang. Dari kedua tempat ini lahir lah banyak BSB+ milik sendiri dan BSB+ binaan. Dan pada tahun 2009 ini, Yayasan Alang-alang, yang sudah memiliki gedung sendiri seluas 300 m2 (2 tingkat) di Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, mempunyai 13 lokasi kerja baik milik sendiri maupun binaan (dengan pola kerjasama). Ketigabelas lokasi tersebut adalah :
  1. BSB+ Serambi Utama (Cipayung, Bogor),
  2. BSB+ di Megamendung,
  3. BSB+ Saung Gunung (Jogjogan, Cisarua),
  4. BSB+ Lebah Madu (Cigombong, Bogor),
  5. BSB+ Yayasan Tunas Bangsa (Cipanas),
  6. BSB+ Matahri (Depok),
  7. Astuti Center (Cinangka Depok),
  8. BSB+ Kelinci (Ciawi, Bogor),
  9. Perpustakaan+ (Ciawi, Bogor)
  10. Rumah Kait (Ciawi, Bogor),
  11. BSB+ di Lahat
  12. BSB+ di Palembang.
  13. Rumah Pintar Stasiun Ilmu (Stasiun KA Tanjung Priok Jakarta yang diresmikan Ibu Negara Ny Hj Ani SBY tanggal 28 April 2009),
Menurut laporan yang ada, jumlah peserta yang masih aktif di BSB+ Alang-alang dan binaannya pada saat ini adalah 672 orang anak-anak, 103 orang tua dan 202 orang jompo (tidak termasuk binaan di Palembang dan Lahat). Menurut Melati, 45 orang di antara mereka yang telah lulus SLTA.

Jenis kegiatan apa saja yang diberikan kepada masyarakat oleh Yayasan Alang-alang pada saat ini? Paling tidak saat ini terdapat 11 dari 12 jenis kegiatan BSB+ yang sudah dikerjakan oleh yayasan tsb yaitu :
  1. BSB+ anak-anak
  2. Perpustakaan BSB+
  3. BSB+ - kelompok remaja produktif (repro):
  4. BSB+ - orang tua peserta (orta):
  5. BSB+ - taman pendidikan al Qur’an (TPA):
  6. BSB+ - silaturahmi:
  7. BSB+ - peduli pendidikan:
  8. BSB+ - berzakat:
  9. BSB+ - peduli kesehatan:
  10. BSB+ - Rumah Keluarga Akrab Imam-Takwa (Rumah K.A.I.T.):
  11. BSB+ - Pelatihan Calon Pembimbing (PCB):
  12. BSB+ - Pelatihan Home-Service Provider (PHSP) (baru rencana)

4. BSB+ Anak-anak


Kemampuan motorik akan berkembang menjadi suatu keterampilan motorik tertentu tergantung sejauh mana seseorang mendapat berbagai pengalaman gerak dari lingkungan di sekitarnya. “Tubuh yang selalu aktif bergerak, tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, tapi juga pada kondisi psikologis, intelektual dan sosialnya. Anak-anak pun bakal mempelajari segala sesuatu yang ada di dunia melalui aktivitas motorik sesuai dengan tahapan perkembangan psikomotoriknya.” Kata Melati sebagaimana dilaporkan Rahmawati dalam majalah KBI Gemari, 21 October 2005

Dwi, seorang pembimbing di Yayasan pada kesempatan yang sama menyatakan kepada Rahmawati bahwa atas dasar perlunya aktivitas motorik itu maka materi yang disajikan di Yayasan Alang-Alang berbeda dengan pendidikan dasar pada umumnya. Delapan puluh persen berupa permainan dan duapuluh persen berupa pengetahuan di mana dalam setiap permainan selalu ditanamkan maksud dari permainan itu kepada anak-anak

Dalam hal ini pengetahuan anak-anak dalam menangkap beragam jenis permainan dan lagu pun dikaitkan dengan ajaran agama. Melalui lagu ’Satu Nusa Satu Bangsa’ misalnya, kepada anak dikenalkan budaya Nusantara sehingga mereka tidak merasa aneh dengan adanya perbedaan antara peserta yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itulah mereka akan terhindar dari saling mengolok-olok karena adanya perbedaan suku, agama, budaya dan kelompok. Mereka memahami hal ini setelah membaca firman Allah (surat 49/ Al Hujuraat ayat 11).

Masih banyak permainan lainnya yang dikaitkan dengan ajaran Illahiah. Beberapa di antaranya adalah :
  • Aku harus banyak teman (QS 4:1, 39:13, Hadits Bukhari & Muslim )(7-12 thn)
  • Aku harus peduli kepada orang lain (QS 49:13) (7-12 thn)
  • Aku harus berpikir kreatif (QS 49:13) (7-12 thn)
  • Aku harus waspada (QS 49:6)(7-12 thn)
Selain diberikan berbagai materi untuk pembentukan moral dan mental anak, dalam setiap kegiatan bermain sambil belajar plus juga disajikan berbagai aktifitas yang disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan peserta serta lingkungan. Aktivitas yang dimaksud antara lain :
  • Merawat dan menjaga kebersihan, kesehatan serta kerapihan penampilan diri;
  • Memperhatikan, membersihkan, merawat, menjaga kebersihan lingkungan di dalam dan di luar tempat aktifitas;
  • Membantu persiapan aktivitas harian ataupun kegiatan khusus di tempat maupun di luar lingkungan tempat Bermain Sambil Belajar Plus;
  • Memimpin doa awal dan akhir setiap kegiatan rutin secara bergilir diantara peserta;
  • Menjaga, merawat, serta mengembalikan peralatan usai setiap kegiatan;
  • Melaksanakan kegiatan dengan sikap yang tidak mengurangi kegembiraan, kenyamanan, keamanan bersama maupun individu;
  • Menerima tugas supervisi dan kepala kelompok secara bergilir, dan calon petugas dipilih oleh kelompoknya masing masing;
  • Mengikuti acara silaturahmi, dan berbagai kegiatan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan tempat tinggal, khususnya dimulai dengan rumah teman sesama peserta;
  • Membuat /mengisi buku kegiatan pelaksanaan sembahyang;
  • Menzakatkan harta yang dimiliki dan dikaruniakan Allah Maha Pemurah, setiap saat;
  • Melaksanakan janji tertulis dalam buku berbuat baik;
  • Mengumpulkan data yang diperlukan untuk bantuan kesehatan, pendidikan, pangan dari tetangga terdekat;
  • Mengurangi sampai dengan tidak jajan, khususnya jajanan yang tidak dapat dipastikan mutu pengolahan maupun nilai gizi;
  • Memiliki pedoman – “hari ini lebih baik daripada kemarin - besok lebih baik daripada hari ini”.

5. Perpustakaan BSB+


Banyak perpustakaan atau taman bacaan masyarakat tidak bertahan lama. Setelah ditelusuri ternyata yang menjadi penyebabnya adalah kurang kenanya konsep dasar yang selama ini mereka jadikan patokan yaitu “Gemar Membaca”. Konsep ini didasari oleh asumsi bahwa jika seseorang telah terbiasa membaca maka ia akan mau belajar lagi. Padahal kenyataannya tidak demikian. Mengapa ? Ternyata kebanyakan buku atau risalah yang ada tidak cukup efektif untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu kebanyakan perpustakaan “dijaga” oleh orang yang hanya bertugas mengawasi dan merawat materi bacaan saja. Tidak secara aktif membimbing para pengunjung untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Sebagai salah satu solusi, Perpustakaan BSB+ menawarkan konsep ‘gemar informasi’ yang diharapkan akan memotivasi para pengguna untuk tidak sekadar gemar membaca, namun membangun kebiasaan yang menjadikan dirinya produktif dan aktif dalam memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya sehari-hari. Dan setelah seseorang mengetahui bahwa informasi banyak dapat diperoleh melalui bacaan, maka membaca baginya akan menjadi kebutuhan pokok.

Berangkat dari konsep ini, Perpustakaan BSB+ menyediakan pustakawan berdedikasi yang disamping memiliki kualifikasi kepustakaan, ia juga berkemampuan mengembangkan program. Ukuran kemampuan ini di antaranya adalah dapat membuat berbagai proyek berdasarkan buku atau informasi yang ada sehingga mendorong dan memotivasi pengguna untuk tidak hanya sekadar membaca, namun juga tergerak dan terbiasa untuk melakukan penelitian dan menulis. Sementara pada kesempatan lain, pustakawan tersebut, berbekal buku, akan berkeliling ke luar perpustakaan di lokasi BSB+ yang belum memiliki perpustakaan sendiri. Dan apabila memungkinkan, dapat pula ‘menjemput bola’ dengan cara mengunjungi warga masyarakat dengan tujuan memperkenalkan kegiatan perpustakaan.

Perpustakaan BSB+ yang saat ini dikelola Yayasan Alang-alang telah terdaftar di Jaringan Perpustakaan Anak 1001buku sejak awal tahun 2007. Perpustakaan ini menyediakan buku-buku dan risalah yang selektif, menghindari materi yang tidak bermanfaat, seperti komik atau buku cerita atau majalah hiburan.


6. BSB+ - Kelompok Remaja Produktif (RePro):


Kegiatan ini bukanlah sebuah balai latihan kerja, namun lebih menekankan sikap-sikap dasar praktis yang akan dapat menjadikan para remaja lebih adaptif dalam menghadapi tuntutan dan kebutuhan dunia pekerjaan.

Sebagaimana diketahui bahwa keterampilan didasari ilmu atau pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan akademis (teori) dan praktek tidak akan secara otomatis menciptakan kondisi siap kerja kalau perilaku mereka masih belum siap untuk itu. Dengan demikian diperlukan suatu proses untuk menyiapkan perilaku siap kerja yang tidak bisa diperoleh di sekolah-sekolah formal pada umumnya.

Dalam program ini, peserta didorong untuk memahami dan mempraktekkan kebersamaan dan sinergi, berdasarkan potensi setiap diri, baik secara individual mau pun berkelompok. Kepada para peserta diberikan berbagai kegiatan yang lebih menekankan kepada orientasi proses dan tidak dituntut untuk meraih suatu hasil dengan cepat. Dengan arti kata lain, para peserta akan menilai dirinya sendiri dan bukan mencari-cari penilaian dari orang lain.

Peserta akan menyadari bahwa dirinya harus ‘berusaha’ lebih baik; sesuai motto “Hari ini lebih baik daripada kemarin – Esok lebih baik lagi daripada hari ini”. Dengan demikian ia akan memiliki “self-esteem” dan rasa ‘percaya diri’ yang akan membuatnya lebih produktif, karena telah memiliki motivasi serta ‘kepandaian’ berinovasi dan berkreasi.


7. BSB+ - Orang Tua Peserta (OrTa):


Peran-serta Orang Tua dalam membangun keluarga yang sejahtera, sebagai unit terkecil dari suatu negara, dapat dikatakan sebagai faktor penentu. Oleh sebab itu BSB+ pun melibatkan para orang tua (OrTa) peserta dalam suatu program agar tidak terjadi kesenjangan dalam pengembangan anaknya yang telah memperoleh berbagai ketrampilan.

Dalam program ini, orang tua peserta khususnya para ibu diajak untuk mengamati kegiatan anak-anak mereka yang menjadi peserta BSB+. Melalui pendekatan ini mereka dapat memperhatikan, mempelajari, memahami dan menerapkannya di rumahnya masing-masing dan kemudian meneruskan kepada lingkungannya. Melalui pendekatan ini pula kemampuan kegiatan anak-anak mereka menjadi terdukung.

Selain itu mereka diberi pula sejumlah keterampilan dan wawasan yang berkaitan dengan upaya untuk menciptakan pendapatan tambahan dan manajemen rumah tangga. Keterampilan yang dapat diberikan kepada peserta terutama difokuskan pada pemanfaatan apa saja yang ada di sekitar mereka, seperti kain perca untuk membuat tas, hiasan, boneka, sarung teko, dan lain-lain. Pada dasarnya pelatihan ini berorientasi pada usaha membangun pola hidup yang produktif dan menjauhi kebiasaan konsumtif.

Termasuk dalam program tersebut adalah sejumlah penyuluhan kesehatan yang diberikan oleh para ahli, yang di antaranya adalah dokter spesialis dan ahli gizi. Para ahli ini adalah sukarelawan yang telah menyadari bahwa menyedekahkan sebagian harta yang dimiliki itu bisa berupa berkontribusi dalam bentuk keahlian yang mereka miliki dalam konteks berlomba-lomba untuk berbuat baik.

Jadwal pertemuan dengan para OrTa berbarengan dengan skedul Bimbingan, tentunya bila ruang dan tempat memungkinkan.


8. BSB+ - Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA):


Kegiatan ini adalah kerjasama yang ditawarkan oleh Yayasan Alang-alang kepada lembaga-lembaga TPA yang sudah berjalan, dalam rangka memperkenalkan metoda BSB+. Kegiatan ini berupa pelatihan bagi guru-guru TPA/guru ngaji dengan materi berupa pemahaman kitab-kitab Allah (Paham Qurani) dan bagaimana melaksanakan praktek BSB+.

Berdasarkan pengalaman dengan sejumlah lembaga TPA yang telah menerapkannya, pada umumnya para ustadz dan ustadzah menjadi lebih mampu mengatasi sejumlah hambatan dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak muridnya.


9. BSB+ - Silaturahmi:


Silaturahmi mempunyai manfaat yang sangat besar. Sejumlah pelajaran yang berharga dapat dipetik dari silaturahmi tersebut, dalam rangka memperkaya wawasan serta membangun kepekaan terhadap segala jenis ciptaan Tuhan, agar dapat menjadi rahmat bagi semesta alam. Oleh sebab itu dalam BSB+ kegiatan silaturahmi merupakan salah satu kegiatan mutlak yang harus diprogramkan.

Silaturahmi yang saat ini dilakukan antara peserta, pembimbing dan warga sekitar berlangsung sebulan sekali, secara bergiliran. Program yang diterapkan, antara lain adalah : hiburan, kebersihan dan perawatan lingkungan. Di samping itu, secara rutin pula dilakukan pendistribusian berbagai bentuk bantuan sembako, suplemen kesehatan, alat kebersihan pribadi, alat kebersihan rumah, dan sejenisnya yang ditujukan kepada peserta atau warga yang berdomisili di sekitar mereka.

Pada kesempatan tersebut, para peserta mengunjungi kaum duafa, panti asuhan anak yatim/piatu, para jompo, dengan tidak membatasi diri untuk bersilaturahmi dengan penganut kepercayaan/agama lain. Beberapa institusi lain yang dikunjungi adalah panti penyandang cacat (khususnya cacat ganda), kelompok anak jalanan/pemulung, sebagai sarana untuk dapat berbagi dengan sesama dan agar dapat mengenali lebih dekat berbagai aspek kehidupan.


10. BSB+ - Peduli Pendidikan:


Sebagai suatu lembaga yang memiliki sejumlah kegiatan internal, BSB+ juga perlu berkiprah secara eksternal sebagai bagian dari masyarakat lainnya, khususnya di dunia pendidikan. Caranya adalah dengan menyalurkan sebagian dari prasarana yang dimilikinya kepada lembaga pendidikan formal/non-formal lainnya atau kepada peserta yang sangat memerlukannya.

Kegiatan ini mencakup pemberian beasiswa atau material penunjang, seperti misalnya seragam sekolah, alat tulis, buku pelajaran, biaya transportasi, uang makan, biaya ekstra-kurikuler atau apa saja yang bermanfaat bagi siapa pun yang sangat membutuhkannya.

Dengan adanya kegiatan ini maka BSB+ menjadi lembaga yang inklusif atau non-eksklusif walaupun BSB+ sendiri masih membutuhkan banyak hal lain. Dengan kegiatan ini pula BSB+ akan merupakan lembaga yang juga memberikan kerahmatan bagi semesta alam.


11. BSB+ - Berzakat


Berangkat dari pengertian bahwa zakat bermakna mensucikan harta yang dimiliki, maka para peserta BSB+ diajak untuk membiasakan diri memberikan sebagian dari uang-jajan atau tabungan mereka, sebagai bagian dari melaksanakan perintah Tuhan.

Kebiasaan ini akan membangun kepekaan terhadap kelompok yang secara ekonomis berada di bawah mereka dan mendorong semangat dan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan diri agar dapat memberikan yang lebih banyak lagi dalam rangka memberdayakan kelompok yang kurang beruntung itu. Kegiatan ini sinkron dengan program posdaya (pos pemberdayaan keluarga) yang dewasa ini gencar digalakkan oleh berbagai kalangan semenjak digagas untuk pertama kalinya oleh Prof Dr Haryono Suyono.

Pada tataran berikutnya, kegiatan tersebut di atas akan meningkatkan budaya hidup yang berbasis pada kemanfaatan. Yaitu dengan cara mengatasi godaan untuk menguasai dan memiliki benda atau harta yang tidak bermanfaat atau yang di luar kebutuhan pokok.


12. BSB+ - Peduli Kesehatan:


BSB+ sebagai lembaga masyarakat tentu saja memiliki tanggung jawab sosial atau social responsibility. Dengan cara kerjasama dengan kelompok tertentu, kegiatan ini lebih dikhususkan kepada bantuan kesehatan bagi para penderita penyakit tertentu atau malnutrisi. Kontribusi diberikan dalam bentuk dana kesehatan untuk pengobatan atau rawat-inap atau donasi dalam bentuk in-natura alias makanan sehat; khususnya yang bersifat darurat.

Mengingat keterbatasan kemampuan, pos ini memang bukan prioritas utama. Dengan kata lain akan dilakukan bila ada warga masyarakat sejahtera yang hendak menyalurkan zakat mereka dan secara spesifik meminta agar disalurkan untuk keperluan khusus ini. Dalam pelaksanaannya, prioritas diberikan kepada kelompok warga masyarakat miskin yang termasuk kategori berpotensi untuk produktif.

Aspek penting dalam kegiatan ini adalah melakukan pendataan atau survei yang seksama sebelum melakukan pendistribusian agar maksud dan tujuan program dapat dipertanggungjawabkan.


13. BSB+ - Rumah Keluarga Akrab Imam-Takwa (Rumah KAIT)


BSB+ memperkenalkan konsep Rumah KAIT sebagai wahana untuk menghidupkan kembali suatu kelembagaan “ruang bersama” yang dimiliki, dimanfaatkan dan dikelola warga. Suatu pusat komunitas, yang terbuka dan bermanfaat sepanjang hari – 24 jam sehari – 7 hari seminggu.

Berdasarkan pengalaman, baik yang dialami sendiri maupun yang dialami para sahabat lainnya, dimana ketergusuran telah menjadi keseharian, Rumah KAIT akan menjadi solusi bagi tersedianya suatu tempat permanen bagi kegiatan produktif dan konstruktif dalam melaksanakan sejumlah kegiatan warga sebagai berikut :
  • Penyuluhan dan Pelayanan bagi Perempuan Usia Subur /PUS, Pasangan Suami Isteri (Pasutri), Ibu Hamil (BuMil); Anak dibawah Tiga Tahun (Batita); Anak dibawah Lima Tahun (Balita); Orang Tua (OrTa);dan Remaja Produktif (RePro);
  • Kegiatan BSB+ & BSBL+
  • Kegiatan Pemaknaan & Pendidikan Al Qur’an
  • Perpustakaan
  • Kegiatan Kesenian Lokal (Tari, Musik, dll.)
  • Kegiatan Kebogaan
  • Kegiatan lain terkait dengan pengembangan budaya setempat.
Perlu dipahami bahwa Rumah KAIT bukanlah suatu gedung serba guna yang bisa disewakan untuk perhelatan, kampanye politik atau kegiatan lain yang dapat mengganggu atau bahkan menghambat terlaksananya kegiatan-kegiatan diatas.


14. BSB+ - Pelatihan Calon Pembimbing (PCB):


BSB+ tidak akan pernah terwujud tanpa adanya pembimbing yang memiliki pengetahuan yang cukup serta teruji dan terlatih. Dan untuk memperolehnya diperlukan suatu ‘pendidikan’ khusus yang akan mencetak mereka, yaitu melalui Pelatihan Calon Pembimbing (PCB).

Pelatihan ini memang tidak mempunyai struktur yang kaku. Bagi seorang calon yang telah mempunyai pengalaman dalam berhubungan dengan anak-anak akan berbeda dengan yang belum pernah sama sekali. Namun, belum tentu pula seorang Guru TK, misalnya, akan menjamin keberhasilannya sebagai seorang Pembimbing, mengingat adanya hal-hal yang mungkin tidak diperolehnya melalui pendidikan formal serta ‘paket’ pencapaian target sebagaimana yang dipersyaratkan dalam penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak atau Pra-Sekolah.

Ketidakkakuan program pelatihan ini tertuang dalam kurikulum yang lebih mengedepankan pengalaman dan penjelajahan melalui serangkaian kerja praktek langsung kepada peserta dan calon peserta BSB+. Calon peserta adalah mereka yang sama sekali belum pernah mengenal program BSB+, sehingga perlu pendekatan dan sentuhan khusus sebelum mereka dapat bergabung dalam program bimbingan. Dan kaitannya dengan Pembimbing baru, khususnya yang berasal dari fasilitas BSB+ yang akan dibentuk, maka mereka akan menghadapi sejumlah permasalahan, termasuk beradaptasi terhadap berbagai hal yang baru, yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Fleksibiltas juga tercermin dalam penentuan lama waktu pelatihan, mengingat faktor dana yang sering menjadi hambatan. Tentunya, dengan lebih banyak waktu untuk menimba pengalaman dan mengolah penjelajahan, akan memberikan bekal lebih bagi Calon Pembimbing. Sedangkan dana, walau pun bukan rintangan besar, namun tetap dibutuhkan untuk menutupi biaya-biaya transportasi dari dan ke tempat pelatihan, konsumsi dan materi pelatihan. Insyaallah, berkat pertolongan Allah, maka faktor ini akan bisa diatasi, melalui kontribusi dari berbagai pihak yang peduli pencerdasan anak bangsa golongan marjinal.

Berdasarkan pengalaman, latar belakang edukasi formal dari para Pembimbing yang telah berhasil bukan hal yang perlu dipermasalahkan. Ada pun persyaratan utama untuk menjadi Calon Pembimbing dan kemudian akan menjadi Pembimbing yang tangguh dan dapat diandalkan, adalah rasa kasih sayang serta keteguhannya dalam memelihara kasih sayang itu. Dengan kasih sayang itulah, para Pembimbing akan mengatasi berbagai ujian dan cobaan yang menerpa mereka dalam menjalankan dan menyelenggarakan program BSB+.


15. BSB+ - Pelatihan Home-Service Provider (PHSP):


BSB+ PHSP adalah salah satu jawaban konkret dalam menyediakan tenaga terampil dalam bidang yang hingga saat ini di Indonesia belum dilirik secara profesional, yaitu ‘Butler’& ‘Governess’ services. Pada dasarnya, profesi tersebut masih disalahpersepsikan sebagai “pembantu rumah tangga” yang hina dan identik dengan perbudakan. Padahal menjadi asisten rumah-tangga atau petugas perawatan rumah dan taman atau assisten pembimbing anak serta penjaga dan perawat lansia, memerlukan keterampilan dan wawasan yang luas. Selanjutnya dengan meningkatnya jumlah keluarga sejahtera di Indonesia, terlebih lagi dengan datangnya era globalisasi di mana maka kedatangan orang asing ke Indonesia makin banyak maka kebutuhan akan profesi ini akan meningkat secara signifikan di masa mendatang.

BSB+ PHSP pada saat tulisan ini dibuat, memang belum terealisir, namun memiliki potensi masa depan yang amat besar. Program ini menyajikan sejumlah pelatihan bersertifikat berdasarkan modul-modul yang terkait dengan berbagai jenis keterampilan (skill) tertentu; yaitu, antara lain, mengoperasikan serta merawat berbagai peralatan rumah-tangga modern seperti mesin cuci, mesin pendingin (refrigerator/freezer), alat-alat manual, elektrikal dan elektronik lainnya. Disamping kemampuan untuk berkomunikasi dengan pihak lain serta membuat jadwal repair/maintenance. Atau kemampuan untuk mengelola kas kecil rumah-tangga dengan menggunakan komputer yang mereka dapat gunakan pula untuk berkirim email dengan majikan. Dan banyak lagi keterampilan lainnya, yang merupakan bagian dari kehidupan modern.

Peserta program ini adalah ‘alumni’ program BSB+ yang sekurangnya memiliki ijazah pendidikan formal. Dan yang pasti, data dan informasi penting tentang mereka telah tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk sikap mental dan kredibilitas setiap pesertanya.


16. Sumber Daya Manusia

Untuk mendukung kegiatan Yayasan Alang-alang dan binaannya, pada saat ini secara permanen ada 12 orang staf pegawai yang terdiri dari 1 orang koordinator pembimbing, 6 orang fasilitator di lapangan, 1 orang tenaga perpustakaan, 2 orang pembimbing seni, 1 orang staf administrasi manajemen dan 1 orang home service.

Jadwal para pembimbing di lapangan relatif padat. Sabtu dan Minggupun mereka masuk karena menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada.

Secara teratur dan berkala, para Pembimbing di Yayasan Alang-alang dari waktu ke waktu memperoleh kesempatan untuk mengikuti sejumlah kegiatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan pengembangan kepribadian, baik in-house maupun eksternal. Pelatihan tersebut meliputi antara lain:

• Pemahaman Kitab Suci (Al Qur’an; dll)
• Manajemen & Perencanaan;
• Public Speaking;
• Grooming & Appearance;
• Keterampilan Olah Tubuh, Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa, dll.;
• Outbound & Outdoor Survival Activities;
• Kunjungan ke Situs Sejarah, Museum, Planetarium, dll.;
• Table Manners & Etiquette;
• Benchmarking.


17. Pendapat Masyarakat

Ayang dan Nabilla (9 tahun, siswa SD penduduk desa Bendungan Ciawi, peserta BSB Alang-alang sejak usia 4 tahun) ketika ditanya kesannya tentang BSB+ Alang-alang ini menyatakan bahwa mereka senang mengikuti program BSB+ ini. Alasannya, kata mereka, adalah tersedianya bacaan di perpustakaan yang susah mereka dapat kalau mengandalkan orang tua mereka. Di samping itu mereka senang karena BSB menjadikan mereka anak kreatif.

Ketika ditanya apakah banyak anak seusia mereka yang tidak ikut ? Mereka menjawab ”sedikit” dan itupun karena mereka malas. Dengan kata lain hampir sebagian besar anak-anak di kampung sekitar kantor Yayasan Alang-alang itu mengikuti program BSB.

Sementara itu menurut Suwardi, penduduk Desa Bendungan yang rumahnya tidak jauh dari gedung BSB Ciawi, kehadiran BSB+ Alang-alang amat membantu warga miskin. Terutama amat terasa bila mereka membutuhkan pendidikan TK untuk anak mereka yang tarip masuknya di situ mahal (mencapai Rp 1 juta). Manfaat lainnya dengan adanya Yayasan Alang-alang ini adalah waktu luang anak-anak menjadi terisi. Demikian pula waktu luang ibu-ibunya.


Sastrawan Batangan / Jon Posdaya, 23 Mei 2009


Referensi

  • Rahmawati, 2005. Astuty Center Ingin Memajukan Kegiatan Belajar Sambil Bermain 21 October 2005 KBI Gemari, diakses 20 Mei 2009
  • Anonim, 2006. Daftar Perpustakaan Aktif per 29 January 2006, Perpustakaan 1001buku, diakses 20 Mei 2009
  • Anonim, 2009. Ibu Ani Resmikan Rumah Pintar Stasiun Ilmu Tanjung Priok Selasa, 28 April 2009 dalam http://www.presidenri.go.id, diakses 20 Mei 2009
  • Anonim, 2009. Desa Banjarwaru terus menggeliat dari keterpurukan. , Radar bogor, 05-05-2009 13:16 WIB diakses 20 Mei 2009
  • Berbagai materi tertulis dan beberapa kali wawancara dengan pemilik yang terakhir tanggal 19 Mei 2009 di Kantor Pusat

Lampiran-lampiran


Lampiran-1 : Pengurus & Pembimbing Yayasan Alang-alang & Binaan (No, nama, Jabatan)

  1. Melati Djunaedi, Pendiri & Ketua
  2. Ismadi Dwiansyah, Koordinator Pembimbing
  3. Anna Effana, Pembimbing
  4. Siti Huzaemah, Pembimbing
  5. Nova Agnesha, Pembimbing
  6. Siti Wulannifah A, Pembimbing
  7. Nuralfianti, Pembimbing
  8. Suhartini, Pembimbing
  9. Sitta Alia Azizia, Perpustakaan
  10. Karina Maharani, Administrator Manajemen
  11. Silvia Erveliani, Kesenian
  12. Syamsudin Katjrit, Kesenian
  13. Daeng Ali Mahmud, Home service
  14. Irsan Siswanto U., Pemilik lokasi BSB+Serambi Utama, Cipayung
  15. Nasehati Nasucha, Pemilik lokasi BSB+Lebah Madu Cigombong
  16. Utary Tjandra, Pemilik lokasi BSB+ Saung Gunung, Jogjogan
  17. Rini Latief, Pemilik lokasi BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas
  18. Anita Wibisono, Pemilik BSB+ Matahari, Depok

Lampiran 2 : Jadwal Kegiatan BSB+ Yayasan Alang-alang (No, Hari, Waktu, Lokasi, Usia Peserta)

  1. Selasa, 09.00 - 11.00 WIB, BSB+ lebah Madu, Cigombong, Bogor, 3 - 6 thn
  2. Selasa, 09.00 - 11.00, BSB+ Serambi Utama, Cipayung, Bogor, 3 - 6 thn
  3. Selasa, 08.00 - 10.00, BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas, Cianjur, 3 - 6 thn
  4. Selasa, 14.00 - 16.00, BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas, Cianjur, 7 - 15 thn
  5. Rabu, 09.00 - 11.00, Rumah Pintar Stasiun Ilmu, Tjg Priok, Jakarta Utara, 4 - 6 thn
  6. Rabu, 08.00 - 10.00, BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas, Cianjur, 3 - 6 thn
  7. Rabu, 14.00 - 16.00, BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas, Cianjur, 7 - 15 thn
  8. Kamis, 09.00 - 11.00, Rumah Pintar Stasiun Ilmu, Tjg Priok, Jakarta Utara, 4 - 6 thn
  9. Kamis, 08.00 - 10.00, BSB+ Matahari, Depok, 3 - 6 thn
  10. Jumat, 09.00 - 11.00, BSB+ Kelinci, Ciawi, Bogor, 3 - 6 thn
  11. Jumat, 13.00 - 16.00, BSB+ Kelinci, Ciawi, Bogor, 7 - 17 thn
  12. Jumat, 09.00 - 11.00, BSB+ Saung Gunung, Jogjogan, Bogor, 3 - 6 thn
  13. Jumat, 13.00 - 16.00, BSB+ Saung Gunung, Jogjogan, Bogor, 7 - 17 thn
  14. Sabtu, 09.00 - 11.00, BSB+ Kelinci, Ciawi, Bogor, 3 - 6 thn
  15. Sabtu, 13.00 - 16.00, BSB+ Kelinci, Ciawi, Bogor, 7 - 17 thn
  16. Sabtu, 09.00 - 11.00, BSB+ Saung Gunung, Jogjogan, Bogor, 3 - 6 thn
  17. Sabtu, 13.00 - 16.00, BSB+ Saung Gunung, Jogjogan, Bogor, 7 - 17 thn
  18. Minggu, 09.00 - 11.00, Perpustakaan+, Rumah Kait Ciawi, Bogor, 7 - 9 thn
  19. Minggu, 13.00 - 16.00, Perpustakaan+, Rumah Kait Ciawi, Bogor, 10 - 17 thn
  20. Minggu, 08.00 - 10.00, BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas, Cianjur, 3 - 6 thn
  21. Minggu, 14.00 - 16.00, BSB+ Yayasan Tunas Bangsa, Cipanas, Cianjur, 7 - 15 thn

Lampiran-3 : Alamat e-mail


Untuk berkomunikasi dengan Yayasan Alang-alang dapat menghubungi Karina Maharani, Administrator Manajemen BSB+ Alang-alang , dengan e-mail alang.alang97@yahoo.co.id


Baca selanjutnya.....

Rabu, April 22, 2009

|Posdaya : Masyarakat Indonesia di Yunani Meluaskan Rentang Sinambung Bergulirnya

0 komentar

Setelah Cimanggis-Depok dan Tlajung Udik-Gunung Putri-Bogor, Kini di Lombok Barat dan Rawalumbu-Bekasi


Rayadi Inak, warga Indonesia yang berdiam di Athena, Yunani, dan menjadi seksi humas Masyarakat Indonesia di Yunani, bulan April 2009 ini, telah mengunjungi beberapa tempat di Indonesia. Di antaranya adalah Jakarta, Bali, Lombok Barat, Bogor dan Bekasi. Di Jakarta untuk pulang kampung, di Bali untuk urusan yoga. Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat (Desa Senteluk, Kec Batulayar), Rayadi atas nama Masyarakat Indonesia di Yunani mendrop bantuan untuk pemberdayaan masyarakat. Di Kabupaten Bogor (Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri), Rayadi juga atas nama Masyarakat Indonesia di Yunani , melihat langsung realisasi bantuan sebagai pancingan untuk pemberdayaan masyarakat yang telah diberikan sejak November 2008. Di Kota Bekasi (Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu), Rayadi meninjau lokasi yang rencananya akan diikutsertakan dalam program pemberdayaan.

Rayadi, melakukan kegiatan tsb sebagai bagian dari kunjungan pulangnya ke Indonesia setelah hampir 2 tahun bermukim di negeri kelahiran Alexander Agung itu. Selama bermukim di sana, Rayadi bersama Budi Santoso, Kristi Yanti dan beberapa motor penggerak lainnya berhasil mengajak warga Indonesia untuk bersama-sama peduli masyarakat prasejahtera di tanah airnya. Fokusnya adalah peduli kebutuhan gizi ibu hamil, balita dan lansia miskin yang jumlahnya di Indonesia tidak kurang dari 3 juta, hanya untuk balita miskin saja, di mana kemampuan pemerintah untuk menanggulanginya baru 39 ribu balita miskin bergizi kronis. Sebagaimana dikabarkan apa yang dilakukan pemerintah tersebut baru bersifat penanggulangan. Belum mampu mencegah sehingga diperlukan partisipasi masyarakat.

Kepedulian masyarakat Indonesia di negeri yang berpenduduk 11 juta di Jazirah Balkan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil pemahaman mereka setelah mengikuti beberapa sesi pengkajian makna hidup berdasarkan Kitabullah yang dilakukan 2 x per bulan, yang diikuti oleh rata-rata 100 orang dari 500 orang warga Indonesia yang bermukim di negeri itu. Sungguh menarik, silaturahmi mereka tidak hanya berisi saling senasib sepenanggungan di rantau namun mereka juga telah selidah sehati dan setindakan untuk peduli kepada saudara-saudara tidak langsung mereka yang berada di tanah air.

Adapun bantuan Masyarakat Indonesia di Yunani yang telah direalisasikan bagi masyarakat RW-09 dan RW-13 Desa Pasir Gunung, Kecamatan Cimanggis Kota Depok disalurkan lewat posyandu setempat. Bantuan berupa bubur kacang ijo, telur dan buah bagi ibu hamil, balita dan lansia prasejahtera yang hanya berlangsung 1 x saja (Desember 2008). Tidak dilanjutkan lagi karena masyarakat di sini telah peduli warga miskin dengan cara berpatungan Rp 2.500 per bulan per KK melalui RT masing-masing yang sebagiannya dibelikan makanan bergizi untuk disalurkan melalui posyandu.

Bantuan bagi masyarakat RW 19 RT 1, Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor telah berlangsung sejak November 2008 sampai dengan saat ini dengan frekuensi 2 kali per bulan berupa bubur kacang ijo, telur ayam rebus dan buah serta honor bagi guru pengajian anak-anak. Bantuan ini bersifat pancingan dan masih akan diberikan sampai masyarakat setempat mengambil alih kegiatan tersebut sehingga dana bisa dialihkan untuk penyelenggaraan program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) bagi warga miskin. Bisa jadi pula program gizi ini dialihkan ke lokasi sekitar yang juga sedang mengalami situasi rendahnya kepedulian masyarakat. Perlu diketahui bahwa di Desa Tlajung Udik ini terdapat sekitar 4.000 balita (di antaranya 100 balita bergizi buruk) yang diurus oleh 27 posyandu di 31 RW dengan kondisi di mana masyarakat dan pengusaha industri di sekitar tempat itu masih belum peduli masalah ini.

Sementara itu bantuan bagi masyarakat Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat berupa peralatan audio untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) warga prasejahtera serta tambahan honor bulanan bagi fasilitator PAUD. Sedangkan bantuan untuk Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi direncanakan berupa bubur kacang ijo, telur ayam rebus dan buah serta honor guru PAUD/ pengajian anak-anak.

Program pemberdayaan (posdaya) yang dilakukan Masyarakat Indonesia di Yunani ini bersifat sinambung bergulir. Artinya untuk periode tertentu, yaitu setelah masyarakat setempat mengambilalihnya, maka dana akan digulirkan ke lokasi lain yang terdekat – untuk memancing partisipasi masyarakat - dan atau ke program selanjutnya. Yang dimaksud dengan program selanjutnya di antaranya adalah pemberian honor dan sarana bermain untuk program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dana gotong royong siswa sekolah agar rukun, dana beasiswa siswa miskin, dsb.

Masyarakat Indonesia, sebagaimana dinyatakan Rayadi, ingin mengajak masyarakat seluruh Indonesia di RW / desa masing – masing untuk segera peduli nyata menangani balita, ibu hamil dan lansia miskin. Jika tidak segera dilakukan, anak-cucu kaum kaya kelak akan berhadapan dengan sesama mereka yang miskin yang tumbuh besar dalam keadaan kurang gizi. Jika itu terjadi, anak-anak cucu kaum kaya akan bertambah berat tugasnya karena berhadapan dengan jutaan sesamanya yang bodoh yang cenderung kufur sehingga berpotensi susah diatur dan bahkan akan merusak hasil pembangunan yang ada.

Bogor, April 2009

YonPosdaya/ SriPosdayawati / SastrawanBatangan dalam MariBerposdaya

Catatan :
  • Untuk informasi kepedulian lebih lanjut agar program posdaya dapat berlangsung sinambung dan bergulir dapat menghubungi : a) Wilayah Gunung Putri : Bpk Sueb (Ketua DKM Al Maliki, telp 021-86861076), Ny Ade Siti Hayati (Koordinator Posyandu Teratai Kp Kedep Gunung Putri, telp : 021-8675061); b) Cimanggis/ Depok : Ny Tukijan (0813-18586700), Ny Suliyati Cahyo (021-87716711); c) Kelurahan Pengasinan Kec. Rawalumbu Kota Bekasi : Bp Matsani (021-8222845 / 021-94971338); d) Petunjuk teknis dan metode Posdaya Sinambung Bergulir melalui website/blog ini atau Sdr Eeng Hendarusman (0251-8318491);
  • Paket bantuan untuk Posyandu Teratai Kp Kedep Desa Tlajung Udik Kec Gunung Putri Kab Bogor per 1 kali kegiatan (1 bulan 2 kali kegiatan) : Telor 15 kg; @ Rp 15.000 Kacang ijo untuk burjo 10 kg; @ Rp 10.000; Gula untuk burjo 5 kg; @ Rp 8.000 Susu Indomilk utk burjo 6 kaleng; @ Rp 7.500; Gas untuk masak telur & burjo 1 tabung; @ Rp 18.000; Jeruk 1 paket; @ Rp 200.000 ; Plastik untuk bungkus burjo 6 kantong; @ Rp 5.000 ; Plastik kresek 1 kantong; @ Rp 40.000; Jahe, peniti, pandan 1 paket; @ Rp 25.000; material lain2; 1 paket; @ Rp 2.000; Snack kader tim pelaksana/kader posyadu 1 kali; @ Rp 68.000 ; Fotokopi 1 kali; @ Rp 5.000; Total Rp 798.000,- per kali kegiatan atau Rp 1.596.000,- per bulan
  • Beberapa industri yang berada di sekitar lokasi Kp Kedep / Desa Tlajung Udik Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor yang mudah-mudah sebagian program CSRnya dapat diwujudkan dalam bentuk paket makanan gizi tambahan antara lain adalah : PT Kahaptex (tekstil, Kp Kedep), PT Margreta Sweeta Varia (pabrik roti, Kp.Kedep Rt.01/21), PT Daekan Indar Indonesia ( furniture dari kayu/box speaker, Kp.Kedep Rt.01/23); PT Dian Inti Sejahtera (industri plastik kaminating, Jl Kedep no 2 RT 001/20), PT Eastech Indonesia (Industri refratori, Kp Kedep Rt 02/17), PT Allied Feeds Indonesia (industri makanan ternak, Jl. H. Saitam No. 28 Kp. Kedep), PT Pelangi Perkasa Harapan (industri barang dari kulit, Kp. Kedep), PT Refratech Mandala Perkasa (industri barang elektro, Kp Kedep RT 02/17), PT Cahaya Warna Gemilang (Kp Kedep RT-1/RW19), PT Indorepair Sukses Gemilang (industri reparasi , Jl. H. Saitam No.168A Kp Kedep 001/15); PT Adi Wisesa Mandiri (industri lem perekat, Kp Kedep), PT Duta Sarana Perkasa (industri beton Dusaspun, Kp Kedep RW-19), PT Daitoh Indar Indonesia (Kp Kedep, industri bahan dari kayu) dan PT Dua Sandol (industri garmen, Kp kedep).
  • Untuk kontribusi bagi posyandu di Desa Tlajung Udik Kec Gunung Putri Kabupaten Bogor dapat menghubungi Ibu Carolina Sahri (Pembina Posyandu Kelurahan Tlajung Udik) atau Ny Ade Siti Hayati (Koordinator Posyandu Teratai Kp Kedep Gunung Putri, telp : 021-8675061).
  • Untuk pengalaman pengkajian makna hidup berbasis kitabullah dapat menghubungi Bpk Rayadi Inak di Athena Yunani melalui e-mail : rayadi.inak@gmail.com atau ke blog/website http://mariberposdaya.blogspot.com



Baca selanjutnya.....

Senin, Maret 23, 2009

Posdaya | Tanda Cinta Dokter Ahli Syaraf Samino Untuk Isterinya Tidak Lagi Kembang Yang Gampang Layu

1 komentar

Di dunia persyarafan, apalagi Alzheimer, nama dokter H.Samino Sp.S (k) sangat populer. Pria berwajah lembut, mantan direksi RSCM, dosen di FKUI/RSCM dan saat ini menjadi Direktur RS Islam Jakarta ini, kemarin, 15 Maret 2009, menorehkan salah satu bukti cintanya buat sang isteri, Endang Samino, yang telah melahirkan 3 anaknya. Bukti Cinta itu tidak lagi seombyok kembang, apalagi sebuah klinik atau rumah sakit baru seperti yang dewasa ini banyak muncul di mana-mana, tapi sebuah karya mewakili diri pribadi dan profesinya. Karya itu berupa pemberdayaan masyarakat sejahtera agar peduli secara sistematis kepada 66 balita dan 137 lansia miskin di Desa Semampir, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, kampung halaman leluhur keluarga besar isterinya.


Hari itu adalah tahap pertama kerja bareng keluarga besarnya baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di desa itu. Mereka berpantungan untuk memberikan contoh makanan bergizi kepada balita dan lansia miskin dengan harapan bahwa kaum sejahtera yang ada di lokasi itu juga ikut ambil bagian. Tidak hanya ambil bagian pada masalah gizi tapi juga pada pendidikan anak usia dini, pendidikan anak/remaja lepas sekolah dan bahkan niatnya sampai pada tahap pemberdayaan ekonomi keluarga dan penanganan kesehatan secara total.

Sementara balita ditangani oleh bidan desa dan kader puskesmas, dokter Samino ikut turun memeriksa kesehatan lansia yang rata-rata karena miskin jarang disentuh oleh dokter. Itulah sebuah hajad dari keluarga yang melibatkan tidak saja posyandu, puskesmas, aparat desa tapi juga masjid. Dalam kaitan ini masjid diharapkan menjadi basis spiritual untuk turut menyadarkan warga bahwa pada diri mereka terdapat hak orang miskin sehingga para jamaah mau bergotong royong menangani masalah kemiskinan dan kebodohan di lokasi itu.

Dokter Samino – yang persis di depan rumahnya di Jalan Nenas, Utan Kayu Jakarta Pusat memiliki bangunan yang disediakan untuk kegiatan masyarakat – menyatakan bahwa kegiatan ini bisa dikerjakan oleh komunitas apa saja. Bisa komunitas arisan / perkumpulan keluarga, alumni, RT atau RW atau komunitas profesional seperti ikatan dokter atau ikatan isteri dokter yang sadar bahwa pada harta dan profesi mereka ada hak orang miskin. Murah meriah tetapi manfaatnya amat sangat besar karena akan mengurangi beban anak cucu akibat kawan-kawan mereka di masa kecilnya kurang gizi dan kurang mutu pendidikan.

Dokter Samino - berdasarkan hasil studinya mengenai Al Quran dan Al Hadits dan ia yakin bahwa itu juga disebutkan dalam kitab agama lainnya–menyatakan bahwa kewajiban manusia tidak hanya bicara dan berdoa saja tetapi harus selalu memberi di kala lapang dan sempit dan sekaligus menganjurkan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Kalau keduanya tidak dilakukan, baik memberi maupun mengajurkan, maka manusia seperti itu akan dipandang Allah sebagai manusia yang tidak beriman dan sekaligus mendustakan agama. Kebanyakan orang memberi tapi diam-diam karena takut riya. Padahal suruhan Tuhan, manusia selain memberi juga harus menganjurkan. Kalau tidak menganjurkan mana mungkin kemiskinan dan kebodohan bisa ditangani sendiri. Kesimpulannya adalah bagaimana caranya memberi dan menganjurkan tetapi tanpa riya. Untuk itulah pentingnya mohon perlindunganNya agar terhindar dari syaitan yang menyebabkan riya dalam setiap usaha untuk menganjurkan.

Itulah kisah tentang tanda cinta seorang suami kepada isterinya. Tidak lagi berupa kembang yang sehari dua hari bisa layu, tetapi kegiatan yang bermanfaat dunia akhirat. Memberi dan menganjurkan untuk memberi. Siapa menyusul agar tidak dimurkai Allah karena mendustakan agama ?

Catatan : 1) Ditulis berdasarkan dialog dengan dr Samino dan isterinya (yang juga Pengurus Besar IIDI) di Jakarta tanggal 17 Maret 2009 dan berbagai informasi lain mengenai kegiatan posdaya keluarga besarnya di Purworejo tanggal 15 Maret 2009; 2) Di Palembang, Cimahi dan Gresik, menurut kabar, banyak dokter meluangkan waktunya untuk menjadi sukarelawan di posyandu yang menangani langsung pengobatan gratis bagi masyarakat. 3) Firman-firman yang terkait dengan apa yang diutarakan dokter Asmino di antaranya terdapat pada QS 3:133-134; 63:10; 65:7; 61:2-3;; 107:1-6; 69:25-34, beberapa hadits, Kitab Suci Injil, Weda dan lainnya; 4) Lokasi kegiatan di Posyandu Mekarsari dan Masjid An Nur (koordinator : KH Abdul Aziz) serta di Posyandu Sehat Kuat (koordinator Sutarto SPd) yang semuanya berada di Desa Semampir, Kec. Pituruh; Kab. Purworejo. 5) Tim Teknis Posdaya yang ikut bekerja di lapangan terdiri dari : Soleh Kusmana S.Ag, Eko Prihandono, Fikriyansa, dan Diaz G.

Baca selanjutnya.....

Selasa, Maret 03, 2009

“Arema” Yang Kini Jadi “Urang” Bogor Berposdaya Di Kepanjen Malang

4 komentar

Kepanjen ? Nama apa itu ? Tidak semua orang kenal karena dia adalah sebuah kota kecamatan kecil di wilayah Kabupaten Malang. Namun kalau mau membuka-buka peta Jawa Timur dan juga buku sejarah, Kepanjen, yang kini jadi ibukota kabupaten, pernah mengukir riwayat yang cukup panjang.


Selain berlokasi tidak jauh dari pusat kerajaan besar di masa lalu, berturut-turut Kerajaan Kanjuruhan (sekitar tahun 700-an M yang ibukotanya diperkirakan di Dinoyo Malang), Kerajaan Kediri (1049 -1222 M) dan Kerajaan Singasari (1222-1293 M, ibukotanya sebelah utara Kota Malang), Kepanjen tentunya tidak lepas dari gejolak politik pemerintahan. Di Sengguruh, yang berada dalam wilayah Kepanjen, sebagai contoh, pernah muncul beberapa kejadian. Di antaranya pernah menjadi basis sisa -sisa Majapahit yang menyerbu Giri (Gresik) pada tahun 1535. Di situ pula Amangkurat III pernah mengungsi dari Mataram karena bertikai dengan PB I yang notabene adalah pamannya sendiri. Di situ pulalah - menurut sejarah - sisa-sisa pasukan Untung Surapati – pada tahun 1700-an - bertempur habis-habisan melawan tentara VOC yang berkolaborasi dengan tentara Mataram.



Dan kini kalau Kepanjen menjadi ibukota kabupaten dan kemudian di situ dibangun stadiun besar milik rakyat ”Arema” yang dinamakan Gajayana adalah suatu hal yang pantas. Dan rasanya klop pula kalau kemudian Kepanjen juga terpilih sebagai lokasi posdaya. Rupanya ada seorang hamba Allah – Bapak Ronny Kosasih - yang kini bermukim dan berusaha di sekitar Jakarta-Bogor, terketuk hatinya untuk menyisihkan sebagian perhatiannya kepada kaum prasejahtera yang bermukim di Kepanjen. Hamba Allah ini dulunya memang pernah bermukim - walaupun sebentar - di kota kecil yang terletak 20 km sebelah selatan Kota Malang yang sejuk itu.



Maka atas sponsor Pak Ronny ini, pada akhir Januari 2009, dimulailah program Posdaya Berbasis Masyarakat di Desa Penarukan Kepanjen yang melibatkan pemberdayaan 624 orang prasejahtera (bumil: 30, balita: 456, lansia: 138) selama 2 bulan dan 17 orang guru honorer TKA Darul Mujawwidin (Jl Pasuruan 30 Kepanjen) selama 3 bulan. Keseluruhan dananya ditanggung oleh Pak Ronny dan diharapkan setelah 2 bulan, masyarakat sejahtera yang berada atau yang berasal dari Kepanjen akan meneruskan program tersebut.

Dalam kegiatan itu Tim Teknis Posdaya Bogor dibantu oleh beberapa sukarelawan dari Kepanjen (Bapak Jumahfudz, Kepala Sekolah TKA Darul Mujawwidin dan para guru) dan sukarelawan dari Malang (Vickry Anggun Nurramadan alias Gembong, Window, Cuplis, "Mbah" Berna dan para kerabat dekatnya yang lain).

Beberapa tokoh yang juga terlibat dalam kegiatan posdaya di Kepanjen ini antara lain adalah :

  • Marendra H Iriawan (Ka Kelurahan Penarukan, selaku pelindung)
  • Mustakim (Ketua DKM Baiturrohman, Penarukan, selaku penasehat)
  • Jumahfudz (Kepala TPA Darul Mujawwidin, selaku Ketua Tim Pelaksana)
  • Ny Choirul Fatimah (Koordinator Posyandu Kelurahan) Bendahara Koord Posyandu Kelurahan
  • Ny Komariah (Seksi Bumil, Koordinator Melati-4)
  • Ny Nana (Seksi Balita, Koordinator Melati-5)
  • Ny Nur Saidah (Seksi Lansia, Koordinator Melati-1)
  • Ny Atim S (Seksi Lain2; Koordinator Melati-2),
  • Ny Nur Saidah; Ny Nanik; Ny Siti; Ny Sriah; Ny Heni (Kader Poyandu Melati-1);
  • Ny Atin; Ny Lusiah; Ny Murni; Ny Sunarsih; Ny Rokatih (Kader Poyandu Melati-2)
  • Ny Khoirul Fatimah; Ny Sunakyah; Ny Dewi Mahmudah; Ny Marwan; Ny Siti Harwiah; (Kader Poyandu Melati-3)
  • Ny Hj Sunakyah; Ny Komariah; Ny Nurjanah; Ny Atin; Ny Luwari; (Kader Poyandu Melati-4)
  • Ny Susiani; Ny Mardiyati; Ny Nur Alifah; Ny Siani; Ny Satulin; Ny Sunarsih; Ny Arifatih; (Kader Poyandu Melati-5)
  • Ny Anik Handayani (Bidan)
  • Ny Srihartati (PLKB);
  • Ny Hariasih (Kesos);

Menurut Gembong yang untuk selanjutnya bertindak selaku tim pemantau, kegiatan ini telah dilanjutkan dengan kerjabakti/gotong royong guru-guru dan siswa TKA pada bulan Februari 2009. Tujuannya di samping sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan YME juga sekalian untuk memupuk rasa kebersamaan generasi muda usia sedari dini.

SriPosdayawati, Maret 2009

Catatan : Untuk kontak lebih lanjut mengenai posdaya di Kepanjen dapat menghubungi Gembong (0341-464226)

Baca selanjutnya.....

Senin, Februari 23, 2009

Walisongo Tentu Bergirang Hati Menyaksikan Gresik Mentradisikan Peduli

2 komentar

Nun dulu kala, diperkirakan tahun 1380 M, di Desa Sebalo (Tebalo) atau Leran (sekarang termasuk Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik) pernah mendarat rombongan dari Campa (diperkirakan 40 orang) yang dipimpin seorang ulama bernama Maulana Malik Ibrahim.


Wali senior - yang wafat tahun 1419 M dan dimakamkan di Desa Gapura Gresik - itu membuka sejarah besar kereligiusan bumi Nusantara, khususnya tanah Jawa, sebab di sekitar wilayah tersebut pada periode berikutnya muncullah beberapa tokoh yang punya kontribusi besar memperbaiki akhlak masyarakat yang pada waktu itu sedang gonjang-ganjing dirundung zaman edan akibat pertikaian politik dan perang antar kerabat istana Majapahit yang hampir mendekati masa bangkrutnya. Beberapa ulama tersebut masih termasuk kerabat dekat Maulana Malik Ibrahim. Di antaranya adalah Sunan Ampel (kemungkinan besar saudara 1 kakek dari Maulana Malik Ibrahim), Sunan Giri atau Raden Paku (lahir di Blambangan tahun 1442 M dan wafat di Giri, Gresik, tahun 1506 M), Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan beberapa tokoh lainnya.

Tentunya sebagai wali, beliau-beliau ini mengetahui bahwa ada perintah Allah dalam Al Quran yang tidak boleh hanya dibaca atau disebut-sebut saja namun harus dilaksanakan sebagai bukti tidak mendustakan agama. Di antaranya adalah kewajiban untuk memberikan sebagian harta yang dimiliki pada saat lapang maupun sempit kepada orang miskin baik yang meminta-minta maupun orang miskin yang tidak mendapatkan bagian (QS 51:15-19), perintah untuk menganjurkan / mendorong orang lain agar memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada fakir miskin (QS 69:34, 107:1-4) dan perintah-perintah lainnya yang intinya agar menahan amarah, memaafkan dan peduli kepada orang miskin (QS 3:133-134, dll), tidak merusak dan tidak mengurangi hak orang lain (QS 28:77, 7:33, 4:30). Kesemuanya itu dilakukan tanpa mengharapkan upah sebagaimana tercantum di antaranya dalam QS 74:6 dan 76:9.





Karena tahu adanya perintah tersebut maka para wali tentunya berusaha keras untuk melaksanakan dan mensyiarkannya. Sebagaimana diketahui pekerjaan utama para wali umumnya adalah berdagang sedangkan syiar yang dilakukan bukan dimaksudkan untuk mencari nafkah namun semata-mata untuk merealisasikan perintah mensyiarkan berita gembira, peringatan dan hal-hal lain yang terkait dengan tatanan kehidupan manusia agar sejahtera (QS 3:187, 2:159, 2:174).

Sampai seberapa jauhkah hasil kerja beliau pada saat beliau wafat ? Yang jelas terlihat adalah kenyataan bahwa gara-gara kehadiran para wali, masyarakat yang saat itu resah akibat guncangan politik di masa akhir Majapahit menjadi seolah-olah tersiram kesegaran. Moral membaik, rumah ibadah banyak dibangun, dan banyak masyarakat bisa membaca dan menulis Al Quran. Itulah jasa besar para wali pada periode abad 15-17

Waktu yang terus menggelinding tanpa hambatan meninggalkan masa lalu, rupanya masih menyisakan kemiskinan yang secara sunatullah memang akan terus ada. Usaha para wali dan beberapa rezim pemerintahan yang silih berganti berkuasa bukannya tidak ada. Selalu ada, namun tidak akan menyelesaikan persoalan kemiskinan yang selalu disorot dalam firman-firman Allah.

Maka syukur Alhamdullilah di tengah masyarakat Gresik telah lama muncul insan - insan dari berbagai wilayah di lingkungan Gresik yang walaupun diam-diam namun terus berusaha memberdayakan dirinya yang sejahtera untuk memberdayakan (mendorong) orang lain yang sejahtera agar ikut peduli memberdayakan kaum yang belum sejahtera.





Mereka telah berusaha – walaupun menurut mereka kecil-kecilan – untuk memberi dan menganjurkan memberi. Dari mulai urunan 5-10 orang dengan menggunakan keropak sampai dengan menggunakan listing (daftar) karena jumlah pesertanya telah mencapai puluhan orang. Dalam hal in i mereka menempuh berbagai cara agar kepedulian itu terus terpelihara. Tidak mati oleh kesibukan harian mencari nafkah yang seringkali menyebabkan lupa dan malas. Di antaranya dengan mengadakan forum silaturahmi yang di dalamnya ditanamkan firman-firman Allah yang terkait dengan tugas dan fungsi manusia takwa

Walhasil dengan semangat yang terus meningkat akhirnya mereka sampai pada keinginan untuk berposdaya dengan sistem sinambung bergulir. Dengan sistem ini mereka berharap akan terjadi kesinambungan. ”Kepedulian bukan milik segelintir orang tetapi milik semua orang yang bertakwa kepada Tuhan YME” kata mereka merujuk firman Allah.



Tahap pertama yang mereka lakukan adalah membentuk simpul-simpul posdaya di 3 desa yang tersebar di 2 kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik. Deskripsinya adalah sebagai berikut :

  • 1 posdaya berbasis masjid (Masjid Nurul Falah, RW-01/Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas),
  • 2 posdaya berbasis masyarakat peduli (RW 02 dan RW 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas),
  • 1 posdaya berbasis masyarakat peduli (Perumahan Dinari, Desa Tebalo, Kecamatan Manyar)
  • 1 posdaya berbasis masyarakat peduli (RW-01 dan RW-02 Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar)

Pada awal pelaksanaannya (Oktober 2008), jumlah prasejahtera yang berhasil diberdayakan mencapai 1.148 orang terdiri dari 77 orang ibu hamail, 681 orang balita dan 390 orang lansia prasejahtera. Sampai dengan laporan ini dipublikasikan untuk pertama kalinya, kegiatan posdaya di tempat itu terus bergulir.

Para wali yang pernah berjuang di Gresik –bila mereka masih ada - tentunya akan bergirang hati menyaksikan ulah positip masyarakat di wilayah di mana mereka dahulu pernah memulai sejarah. Girang hati ini disebabkan bahwa keimanan masyarakat bukan hanya sekadar ucap dan ritual saja tetapi sudah sampai pada tahap totalitas perbuatan sebagai cerminan ketakwaan sebagaimana disebutkan dalam firman Allah sbb :

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa (QS 2:177).

SriPosdayawati, Februari 2009

Lampiran Lokasi Posdaya Gresik

Masjid Nurul Falah, Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kec. Kebomas Kab. Gresik Prov. Jawa Timur.

  • Jenis posdaya : Posdaya Berbasis Masjid
  • Pelaksana : DKM Nurul Falah bekerjasama dengan PKK dan Posyandu RW-02 Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kab Gresik
  • Paket makanan sehat tambahan : bubur kacang hijau, telur puyuh rebus dan buah
  • Penerima paket : 237 orang Pra sejahtera yang terdiri dari 12 bumil, 89 balita, 136 lansia
  • Frekuensi pelaksanaan awal berdasarkan kontrak kemitraan : 1 bulan sekali selama 3 bulan (Oktober, November dan Desember 2008)
  • Lokasi pelaksanaan : Masjid Nurul Falah
  • Tokoh-tokoh terlibat : Bpk. Maskur Handoyo, Bpk H Nur Yanto AS (Pembina Paguyuban Remaja Peduli Sesama Desa Kembangan), Ibu Hj. Hartatik, Bpk Yusron Hidayat, DKM Nurul Falah, Bapak Ketua RW, Kepala Desa Kembangan Bpk. H. Ngadimin, Tim Penggerak PKK Desa Kembangan, Tim kader Posyandu RW 02 dan Tim Kader Posyandu RW, Bidan Desa Ibu Nyimas Sholehatul Ainiyah, Amd Keb, keluarga besar Paham Qur’ani Bogor,
  • Kontak hubungan : H Nuryanto (031-72405115)

RW 02 dan RW 08, Desa Kembangan, Kec. Kebomas Kab. Gresik Prov. Jawa Timur.

  • Jenis posdaya : Posdaya Berbasis Masyarakat RW
  • Pelaksana : Posyandu RW 02, dan RW. 08, Desa Kembangan Kec. Kebomas Kab. Gresik Prov. Jawa Timur.
  • Paket makanan sehat tambahan : bubur kacang hijau, telur puyuh rebus dan buah
  • Penerima paket : 330 orang Pra sejahtera yang terdiri dari 24 bumil, 221 balita, 85 lansia
  • Frekuensi pelaksanaan awal berdasarkan kontrak kemitraan : 1 bulan sekali selama 3 bulan (Oktober, November dan Desember 2008)
  • Lokasi pelaksanaan : Posyandu RW 02, Posyandu RW-08
  • Tokoh-tokoh terlibat : Kel. Bpk. Maskur Handoyo, Bpk Nur Yanto AS, Ibu Hj. Hartatik, Bapak Kepala Desa Kembangan Bpk. H. Ngadimin, Tim Penggerak PKK Desa Kembangan, Tim kader Posyandu RW 02 dan Tim Kader Posyandu RW 08, Bidan Desa Ibu Nyimas Sholehatul Ainiyah, Amd Keb; Bapak Ketua RW 02 dan Ketua RW 08, Keluarga Besar Paham Qur’ani Bogor
  • Kontak hubungan : H Nuryanto (031-72405115)

Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

  • Jenis posdaya : Posdaya Berbasis Masyarakat Desa
  • Pelaksana : Komunitas Peduli Prasejahtera Warga Perumahan Dinari, dan Posyandu POS I, II, III Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
  • Paket makanan sehat tambahan : bubur kacang hijau, telur ayam rebus dan buah
  • Penerima paket : 325 orang Pra sejahtera yang terdiri dari 13 bumil, 224 balita, 88 lansia
  • Frekuensi pelaksanaan awal berdasarkan kontrak kemitraan : satu bulan sekali selama bulan Oktober, November dan Desember 2008.
  • Lokasi pelaksanaan : Posyandu POS I, II, III dan Perumahan Dinari
  • Tokoh-tokoh terlibat : Keluarga Besar Bpk. Maskur Handoyo, Keluarga Besar Yusron Hidayat, Kepala Desa Tebalo H. Moh Haki dan Ibu Hj. Nurasiah Hakim, Tim Penggerak PKK Desa Tebalo, Tim kader Posyandu Pos I, II, III, dan Perum Dinari, Bidan Desa, dan keluarga besar Paham Qur’ani Bogor,
  • Kontak hubungan : Yusron Hidayat (0819-38483990)

Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik

  • Jenis posdaya : Posdaya Berbasis Masyarakat Desa
  • Pelaksana : Posyandu POS I dan II RW.01 dan RW.02
  • Paket makanan sehat tambahan : bubur kacang hijau, telur ayam rebus dan buah
  • Penerima paket : 246 orang Pra sejahtera yang terdiri dari 18 bumil, 147 balita, 81 lansia
  • Frekuensi pelaksanaan awal berdasarkan kontrak kemitraan : satu bulan sekali selama bulan Oktober, November dan Desember 2008.
  • Lokasi pelaksanaan : Posyandu POS I dan II RW.01 dan RW.02
  • Tokoh-tokoh terlibat : keluarga besar Bpk. Maskur Handoyo, Kepala Desa Yosowilangun Bpk. Akhmad Musa, Tim Penggerak PKK Desa Yosowilangun, Tim kader Posyandu Pos I dan II, Bidan Desa Ibu Machmudah, Amd. Keb., dan keluarga besar Paham Qur’ani Bogor,
  • Kontak hubungan : Maskur Handoyo (0811-314493)

Baca selanjutnya.....

Rabu, Februari 18, 2009

Dari Ruko Niaga Kalimas Bekasi Timur SUNBUG Menggulirkan Posdaya Jatimulya

2 komentar

Bekasi yang tumbuh berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembangnya kota Jakarta, merupakan wilayah padat penduduk. Sebagai periferi kota Jakarta, di Bekasi banyak bermukim putra bangsa dengan berbagai ragam kultur dan kondisi perekonomiannya.


Di RW-1 Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, misalnya, terdapat kurang lebih 800 KK warga, di antaranya 70%nya bukan penduduk tetap tetapi kontrak rumah. Sebagian besar para pengontrak tersebut berasal dari luar wilayah Jabodetabek. Bahkan banyak pula yang berasal dari luar pulau Jawa. Bisa dimaklumi karena di wilayah RW tersebut tersebut terdapat beberapa pabrik besar.

Namun sayang karena resesi, beberapa pabrik besar menghentikan produksi dan sekalian memPHKkan karyawannya. Tidak hanya warga yang kehilangan status karyawannya, karena dampak ikutannya adalah bangkrut atau sepinya usaha-usaha kecil ikutannya. Seperti misalnya warung, fotokopi dan sejenisnya. Itulah nasib yang dialami oleh banyak warga RW 01. Karena kehilangan mata pencaharian, maka gizi anak-anak mereka menjadi tidak terpenuhi. Belum lagi biaya sekolah anak-anaknya (terutama untuk transportasi).



Situasi tersebut menjadi bahan perhatian beberapa alumni perguruan tinggi Australia dan kerabatnya yang tergabung dalam grup bisnis Sunbug yang berkantor di ruko niaga Kalimas, Bekasi Timur, yang termasuk dalam wilayah RW-01. Mereka berusaha untuk ikut memikirkan nasib bangsanya walaupun kata mereka "amat kecil". Kata mereka kepada JonPosdaya / SriPosdayawati dalam logat campuran betawi-Indonesia : "Meski kecil yang penting kite kagak doa dan omong doang agar tidak termasuk orang yang dimurkai karena mendustakan agama"

Karena tidak mungkin persoalan bangsa ini dapat ditangani seorang diri, maka mereka melihat alternatif Posdaya Sinambung Bergulir Versi YTN dapat diterapkan. Salah satu falsafah kunci dari program Posdaya Sinambung Bergulir adalah Silih Asih-Silih Asuh-Silih Asah yang dengan kata lain berarti memberi untuk mengasuh dan memberi untuk mengasah atau dengan kalimat pendek memberi dan menganjurkan memberi sebagaimana juga difirmankan Allah swt (QS 3:133-134; 107:1-7)



Setelah menghubungi ketua RW-01 (Bpk Nurdin, seorang PNS Diknas Kota Bekasi), 3 posyandu, dan DKM (2 masjid + 1 mushalla), maka tanggal 15 November berhasil dilakukan sosialisasi di Masjid Baitul Jannah, RW-01, Desa Jatimulya, Kec Tambun Selatan, Kab Bekasi. Warga masyarakat sepakat untuk melaksanakan Posdaya Berbasis Masyarakat dan Masjid sebagaimana termaktub dalam kontrak tanggal 13 Desember 2008 antara Tim Teknis dengan para prasejahtera (38 ibu hamil, 320 balita, 108 lansia) yang ada di wilayah tersebut (diwakili oleh Tim Pelasksana dan wakil prasejahtera).

Inti dari kontrak kemitraan tsb adalah :

  1. Pihak pertama (Tim Teknis) memberikan bantuan kepada pihak kedua berupa contoh makanan sehat kepada pihak kedua untuk disalurkan hanya kepada bumil, balita dan lansia sejumlah 466 orang sebanyak 2 x/bln selama 3 bulan
  2. Pihak kedua bersedia bertanggung jawab atas keaslian data dan jumlah angka yang tercantum pada data bahan baku, data calon & hadir peserta program Posdaya
  3. Pihak kedua bersedia mencari donatur yang akan melanjutkan pendanaan Posdaya setelah selesainya pendanaan dari pihak kesatu.

Syukur Alhamdullilah, program telah dan sedang bergulir. Semoga mempunyai efek multi di mana warga masyarakat sejahtera di sekitar wilayah tersebut juga ikut berkontribusi.

JonPosdaya/SriPosdayawati, Februari 2009

Lampiran-lampiran

L-1 Maksud Posdaya Berbasis Masjid

  • Maksud pelaksanan Posdaya Berbasis Masjid adalah sebagai upaya membantu pemberdayaan keluarga dengan melibatkan Masyarakat Sejahtera dan atau berbagai pihak termasuk Yayasan lain untuk memberikan kemudahan kepada Masyarakat Pra Sejahtera dengan memanfaatkan tersedianya sarana sekaligus untuk membangun Sumber Daya Manusia dan mewujudkan Keluarga Sejahtera.

L-2 Tujuan program Posdaya Berbasis Masjid :

  • Membudayakan Gotong Royong Masyarakat Sejahtera agar peduli dan sayang kepada Masyarakat Pra Sejahtera di Kelurahan atau Desanya masing-masing.
  • Membudayakan Masjid menjadi pusat kegiatan Sosial dan Ekonomi warga sekitarnya.
  • Memberdayakan dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia; bayi, anak-anak, remaja, dewasa untuk menjadi Masyarakat Sejatera..
  • Memberikan contoh berbuat kebajikan kepada Masjid lain agar peduli dan sayang kepada Masyarakat Pra Sejahtera di Kelurahan atau Desanya masing-masing..
  • Berupaya menjadi anak bangsa yang Berakhlak Mulia seperti akhlak Nabi Muhammad Rasul Allah..
  • Terbentuknya Lembaga Sosial antar keluarga di Desa atau Kelurahan yang menjadi wadah atau sarana partisipasi sosial, dimana para keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan kondisi kehidupan melalui forum atau kegiatan bersama..
  • Terpeliharanya infrastruktur sosial kemasyarakatan terkecil yaitu keluarga yang dapat berinteraksi atau bekerjasama dengan keluarga lain, sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun dan damai, tetapi memiliki dinamika yang tinggi.

L-3 Sasaran program Posdaya Berbasis Masjid:

  • Terbentuknya wadah kerjasama bagi keluarga, yang kondisi sosial ekonomi dan budayanya umumnya lemah, untuk bersatu dan menempatkan dirinya dalam suatu proses pemberdayaan bersama.
  • Keluarga Masyarakat Sejahtera yang lebih mampu, dengan dukungan dan pendampingan petugas pemerintah dan organisasi masyarakat dapat membantu keluarga Masyarakat Pra Sejahtera yang lain untuk meningkatkan fungsi-fungsi keluarga.

L-4 Daftar Nama Alamat Tim Pelaksana Posdaya Berbasis Pesantren

• H Tedi Rostiady SIP; ; 0818408129; Pelindung; Kades Jatimulya
• Nurdin; RW-01; 0812-1327874/0218800814; Ketua Tim Pelaksana;
• Lasiman, Ustz; Masj Baitul Makmur; ; Wakil Ketua Tim Pelaksana;
• Esin, Ustz; Masj Baitul Jannah; ; Sekretaris;
• Eddy Malik, H; Mushalla Al Falah; ; Bendahara;
• Zaenabun, Bu; RT-01/RW-01; ; Seksi Bumil;
• Siti Aisyah, Bu; RT-01/RW-01; 0856-91787597; Seksi Balita;
• Yanti, Bu; RT-01/RW-01; 021-8800814; Seksi Lansia Prasejahtera;
• Nurdin, Bu; RW-01; 021-8800814; Seksi Kebersihan;
• Win, Mas; RW-01; ; Seksi Umum;
• Nur Siadah; ; 021-70550901; Penasehat Kesehatan/Gizi;

L-5 Daftar Kader Posyandu Pelaksana Posdaya

• Flamboyan; Zaenabun, Bu; RT-01/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Flamboyan; Rantimah, Bu; RT-01/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Flamboyan; Usiah, Bu; RT-01/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Siti Aisyah, Bu; ; 0856-91787597; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Eko, Bu; ; 021-88346103; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Nurdin, Bu; ; 021-8800814; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Win, Mas; RT-03/RW-01; ; Kader Posyandu;
• Cempaka I/II; Yanti, Bu; ; 021-8800814; Kader Posyandu;
• ;_________ ; Nur Siadah; ; 021-70550901; Bidan Posyandu;

L-6 Daftar Nama Alamat Tim Teknis Posdaya

• Tommy Sudradjat; Ruko Niaga Kalimas; 0816-706837; Ketua;
• Tavip Santoso; Ruko Niaga Kalimas; ; Anggota/Sekr;
• Estugraha; Ruko Niaga Kalimas; ; Anggota/Bendahara;
• Teguh Abriyantoro; Ruko Niaga Kalimas; ; ;
• Soleh Kusmana; Cimanggu Permai Bogor; ; Anggota;
• Totok Soegiharto; Cimanggu Permai Bogor; ; Anggota;
• Arief Muttaqien; Cimanggu Permai Bogor; ; Anggota;

L-7 Jadual Rencana Pemberian Contoh Makanan Sehat

• Des 2008; ; Sabtu/20; ; Masjid Baitul Makmur
• Des 2008; ; Sabtu/20; ; Masjid Baitul Janah
• Des 2008; ; Sabtu/20; ; Mushalla Al Falah
• Jan 2009; Senin/5; ; ; Posyandu Cempaka I
• Jan 2009; Selasa/6; ; ; Posyandu Cempaka II
• Jan 2009; Rabu/7; ; ; Posyandu Flamboyan
• Jan 2009; ; Sabtu/17; ; Masjid Baitul Makmur
• Jan 2009; ; Sabtu/17; ; Masjid Baitul Janah
• Jan 2009; ; Sabtu/17; ; Mushalla Al Falah
• Feb 2009; Senin/2; ; ; Posyandu Cempaka I
• Feb 2009; Selasa/3; ; ; Posyandu Cempaka II
• Feb 2009; Rabu/4; ; ; Posyandu Flamboyan
• Feb 2009; ; Sabtu/21; ; Masjid Baitul Makmur
• Feb 2009; ; Sabtu/21; ; Masjid Baitul Janah
• Feb 2009; ; Sabtu/21; ; Mushalla Al Falah
• Mar 2009; Senin/2; ; ; Posyandu Cempaka I
• Mar 2009; Selasa/3; ; ; Posyandu Cempaka II
• Mar 2009; Rabu/4; ; ; Posyandu Flamboyan

L-8 Rincian Paket Bantuan Yang Diberikan Untuk 466 orang sasaran pemberdayaan(ibu hamil: 38, balita: 320, lanjut usia: 108) Per 1 Kali Kegiatan

• Kacang ijo utk burjo; 20 kg; @ Rp 9.000 ;
• Gula merah utk burjo; 7 kg; @ Rp 8.000 ;
• Gula putih utk burjo; 20 kg; @ Rp 7.000 ;
• Santan "Kara" utk burjo; 100 bungkus; @ Rp 2.000
• Vanili utk burjo; 34 bungkus @ Rp 200 ;
• Plastik 1/4 utk burjo; 7 kg @ Rp 10.000 ;
• Telur ayam rebus; 32 kg; @ Rp 15.000 ;
• Biskuat; 480 bungkus @ Rp 500 ;
• Gas 3kg/tabung utk masak burjo/telur; 3 tabung @ Rp 16.000;
• Ongkos masak; 3 lokasi @ Rp 20.000 ;
• Plastik kresek; 24 pak @ Rp 1.000 ;
Jumlah Pembelanjaan Rp 1.504.800

L-9 Beberapa alternatif kontribusi dari masyarakat sejahtera untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera antara lain adalah Masyarakat Prasejahtera Bentuk Bantuan

• Ibu hamil : Vitamin dan obat via Posyandu/Puskesmas
• Balita : Vitamin dan contoh makanan sehat via Posyandu, PAUD
• Anak TK subsidi/gratis biaya sekolah, Bermain Sambil Belajar (BSB)
• Siswa SD : subsidi biaya sekolah, Bermain Sambil Belajar (BSB)
• Siswa subsidi biaya sekolah, Bermain Sambil Belajar (BSB)
• Siswa remaja SLTA subsidi biaya sekolah, Belajar Sambil Berkarya (BSBk)
• Dewasa Tunjangan hidup guru honor/guru ngaji/ marbot masjid
• Belajar Sambil Berkarya (BSBk)
• Lansia Pemberian contoh makanan sehat via Posyandu

Baca selanjutnya.....